Dirjen WHO Sebut Olimpiade Tokyo 'Selebrasi Harapan'

    Willy Haryono - 21 Juli 2021 11:35 WIB
    Dirjen WHO Sebut Olimpiade Tokyo Selebrasi Harapan
    Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus saat berada di Jenewa, Swiss, 29 Mei 2021. (Fabrice COFFRINI / AFP)



    Tokyo: Olimpiade Tokyo 2020 sebaiknya tetap digelar untuk mendemonstrasikan kepada dunia mengenai apa yang dapat dicapai jika suatu acara digelar dengan rencana dan langkah-langkah yang matang, ucap Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus.

    Berbicara kepada jajaran anggota Komite Olimpiade Internasional dalam sebuah sesi di Tokyo, Tedros mengatakan bahwa dunia membutuhkan Olimpiade "sebagai sebuah selebrasi harapan."

     



    "Olimpiade mempunyai kekuatan untuk menyatukan dunia, untuk menginspirasi, untuk menunjukkan apa yang dapat kita capai," ucap Tedros, dilansir dari laman The Globe and Mail, Rabu, 21 Juli 2021.

    "Semoga sinar harapan dari negara ini menyinari fajar baru bagi dunia yang lebih sehat, aman, dan adil," sambungnya.

    "Saya berharap Tokyo Games berlangsung sukses," ungkap Tedros.

    Meski ditentang sejumlah pihak, Jepang memutuskan tetap menggelar Olimpiade Tokyo 2020. Jika berjalan sesuai rencana, olimpiade musim panas ini akan dibuka pada 23 Juli mendatang.

    Kekhawatiran atas Olimpiade Tokyo 2020 didasarkan pada berkumpulnya atlet dari seluruh dunia. Dikhawatirkan olimpiade akan memicu peristiwa superspreader, atau penyebaran virus dalam skala besar dan cepat.

    Baca:  Penyelenggara tak Kesampingkan Opsi Pembatalan Olimpiade

    Sejauh ini, sekitar 34 persen warga Jepang telah menerima setidaknya satu dosis vaksin Covid-19. Mengenai vaksin, Tedros kembali menyinggung masalah kesenjangan pasokan, terutama antara negara kaya dan miskin.

    Ia menilai pandemi Covid-19 sebenarnya dapat diakhiri dengan cepat jika negara-negara besar memperlihatkan kepemimpinan kolektif dalam pendistribusian vaksin Covid-19 yang adil dan merata.

    "Alih-alih didistribusikan secara luas, pasokan vaksin terkonsentrasi di tangan segelintir orang yang beruntung," sebut Tedros.

    "Pandemi akan berakhir jika dunia memilih untuk mengakhirinya. Semuanya ada di tangan kita. Kita punya alat untuk itu. Kita dapat mencegah dan mengobati penyakit ini," pungkasnya.

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id