Jepang Dikecam Korsel Terkait Karantina Terinfeksi Virus Korona

    Fajar Nugraha - 06 Maret 2020 16:10 WIB
    Jepang Dikecam Korsel Terkait Karantina Terinfeksi Virus Korona
    Petugas medis di Korsel memberikan disinfektan guna mencegah virus korona. Foto: AFP
    Seoul: Jepang berencana untuk melakukan karantina setiap pendatang atau traveler yang bepergian dari Korea Selatan (Korsel) dan Tiongkok. Sontak, Korsel pun berang dengan rencana ini.

    Seoul mengancam akan membalas atas apa yang disebutnya rencana ‘irasional’ Tokyo untuk mengkarantina kedatangan dari Korea Selatan atas wabah koronavirus. Kondisi ini mengubah masalah ilmiah menjadi pertikaian diplomatik.

    Kedua negara memiliki ikatan ekonomi yang erat dan keduanya merupakan sekutu utama AS, negara demokrasi dan ekonomi. Termasuk juga sebagai pasar yang dihadapkan dengan meningkatnya Tiongkok dan Korea Utara yang dipersenjatai nuklir.

    Namun hubungan mereka terus dipengaruhi oleh pemerintahan kolonial Jepang di Semenanjung Korea dari tahun 1910 hingga 1945. Perselisihan keduanya meningkat menjadi pertikaian perdagangan dan keamanan tahun lalu.

    Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe pada Kamis mengumumkan bahwa kedatangan asing yang baru-baru ini berada di Tiongkok atau Korea Selatan akan diminta untuk menghabiskan 14 hari di karantina.

    Korea Selatan telah melaporkan lebih dari 6.000 kasus virus korona yang menjai total tertinggi di luar Tiongkok. Sekitar 60 negara dan wilayah telah memberlakukan larangan perjalanan atau karantina pada kedatangan dari ekonomi terbesar ke-12 di dunia.

    “Ini menjadi penyesalan yang kuat dan mengkritik kampanye pengendalian wabah Tokyo sebagai ‘buram dan pasif’, berbeda dengan upaya ilmiah dan transparan sendiri,” ujar Kantor Kepresidenan Korsel, seperti dikutip AFP, Jumat, 6 Maret 2020.

    “Dewan Keamanan Nasional Korea Selatan setuju untuk mempertimbangkan langkah-langkah yang diperlukan berdasarkan prinsip timbal balik. Jepang telah membuat "keputusan irasional tanpa konsultasi sebelumnya,” imbuh pernyataan itu

    Kementerian Luar Negeri Korsel memanggil Duta Besar Jepang untuk memprotes. "Kami tidak bisa tidak mempertanyakan apakah Jepang memiliki motif lain selain menahan wabah itu,” ungkapnya.

    Pusat pengendalian Korsel menyatakan korban terinfeksi korona menjadi 6.284 jiwa. Sementara korban tewas mencapai 42 orang dan mereka yang berhasil disembuhkan berada di angka 135 jiwa.

    Jepang telah melaporkan 360 kasus yang dikonfirmasi dan enam kematian akibat penyakit tersebut, dan beberapa negara telah memblokir kedatangan dari itu atau memberlakukan pembatasan.


    (FJR)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id