Tiongkok Dihinggapi Ancaman Kasus Korona dari Luar

    Fajar Nugraha - 24 Maret 2020 17:11 WIB
    Tiongkok Dihinggapi Ancaman Kasus Korona dari Luar
    Warga Tiongkok memberikan apresiasi mereka kepada tim medis. Foto: AFP
    Beijing: Pemerintah Tiongkok melaporkan 78 kasus baru virus korona pada Selasa 24 Maret. Namun sebagian besar kasus baru ini ditularkan dari luar negeri.

    Baca: Lockdown Wuhan Dicabut 8 April Mendatang.

    Kondisi saat ini menimbulkan kekhawatiran akan gelombang kedua infeksi virus korona covid-19 di Negeri Tirai Bambu.

    Kasus baru pertama dalam hampir satu minggu juga dilaporkan di Wuhan -,pusat di mana virus itu muncul tahun lalu,- bersama dengan tiga infeksi lokal lainnya di tempat lain di negara itu.

    “Tujuh orang lagi meninggal, semuanya di Wuhan,” kata Komisi Kesehatan Nasional, seperti dikutip AFP, Selasa, 24 Maret 2020.

    Tetapi 74 kasus yang diimpor dikonfirmasi Selasa adalah yang tertinggi sejak pejabat mulai melaporkan data pada awal Maret, dan hampir dua kali lipat yang dilaporkan Senin.

    Dalam beberapa hari terakhir, hampir semua infeksi baru di Tiongkok didatangkan dari luar negeri. Beijing pun semakin cemas tentang masuknya virus baru, di saat mereka mulai mampu mengendalikan wabah.

    Ketika negara-negara di seluruh dunia berjuang untuk mengatasi pandemi, yang kini telah menewaskan lebih dari 16.000 orang di seluruh dunia, penghitungan kasus impor di Tiongkok telah meningkat menjadi 427. Banyak kota telah menerapkan peraturan yang sulit untuk mengkarantina pendatang baru, dan semua penerbangan internasional yang menuju Beijing dialihkan ke kota-kota lain di mana mereka akan diskrining karena virus.

    Pihak berwenang setempat di Beijing mengatakan pada Selasa bahwa siapa pun yang memasuki Tiongkok melalui kota yang berbeda dan kemudian tiba di ibu kota dalam dua minggu terakhir juga akan diperiksa dan diinstruksikan untuk karantina. Sementara Shanghai dan Beijing melaporkan kasus infeksi yang ditularkan secara lokal dari seorang pasien impor Selasa.

    Media pemerintah memperingatkan gelombang infeksi kedua, dengan Global Times memperingatkan di halaman depan bahwa "tindakan karantina yang tidak memadai berarti gelombang infeksi kedua sangat mungkin, bahkan tidak terhindarkan".

    Ketika negara itu mencoba mengendalikan kasus impor, ada tanda-tanda normal mulai kembali ke Wuhan dan provinsi Hubei sekitarnya. Namun pembatasan perjalanan dan pekerjaan di provinsi ini secara bertahap dikurangi.

    Penduduk Wuhan yang dianggap sehat sekarang dapat bergerak di sekitar kota dan menggunakan transportasi umum jika mereka menunjukkan identitas, dan mereka juga dapat kembali bekerja jika mereka memiliki izin dari atasan.



    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id