Taliban Minta Uni Eropa Tetap Operasikan Bandara Afghanistan

    Medcom - 29 November 2021 18:04 WIB
    Taliban Minta Uni Eropa Tetap Operasikan Bandara Afghanistan
    Para petinggi Taliban yang ikut serta dalam negosiasi di Qatar. Foto: AFP



    Doha: Uni Eropa (UE) mengatakan, kelompok militan Taliban meminta bantuan untuk tetap mengoperasikan bandara Afghanistan. Taliban pada 28 November 2021 menyebutkan, tidak beroperasinya bandara menimbulkan ‘keprihatinan besar’ terkait situasi kemanusiaan di negara mereka.

    Permintaan ini disampaikan dalam pembicaraan akhir pekan dengan pejabat Uni Eropa.

     



    Dilansir dari AFP, Senin, 29 November 2021, kedua belah pihak mengirim pejabat senior ke Doha, Qatar untuk melakukan pembicaraan. Pertemuan terjadi tepat sebelum dua minggu negosiasi antara Amerika Serikat (AS) dan Taliban di lokasi yang sama pada Senin.

    “Dialog itu tidak menyiratkan pengakuan UE atas pemerintah sementara (Taliban). Tetapi merupakan bagian dari keterlibatan operasional UE demi kepentingan UE dan rakyat Afghanistan,” ujar Layanan Tindakan Eksternal Eropa (EEAS) Uni Eropa.

    Delegasi Taliban dipimpin oleh menteri luar negeri sementara, Amir Khan Mutaqqi. Dia juga didampingi oleh menteri sementara untuk pendidikan dan kesehatan, penjabat gubernur bank sentral, dan pejabat dari kementerian luar negeri, keuangan, dan dalam negeri dan direktorat intelijen.

    Sedangkan, pihak UE dipimpin oleh utusan khusus UE untuk Afghanistan, Tomas Niklasson dengan pejabat dari EEAS. Selain juga layanan Komisi Eropa yang menangani bantuan kemanusiaan, kemitraan internasional, serta migrasi.

    UE mengatakan, Taliban berjanji untuk memenuhi janji “amnesti” bagi warga Afghanistan yang telah menentangnya selama dua dekade Pemerintahan, yang berorientasi Barat hingga keluar. Evakuasi AS yang tergesa-gesa dan sekutunya pada Agustus lalu.

    Pihak Taliban juga berkomitmen untuk kembali mengizinkan warga Afghanistan dan orang asing pergi. Apabila mereka menginginkannya, namun “meminta bantuan guna mempertahankan operasi bandara” sehingga itu bisa terjadi.

    “Kedua belah pihak menyatakan keprihatinan mendalam tentang situasi kemanusiaan yang memburuk di Afghanistan saat musim dingin tiba,” kata pernyataan tersebut seraya menambahkan, UE akan terus memasok bantuan kemanusiaan.

    Pihak UE pun menekan Taliban untuk menciptakan “pemerintahan inklusif”, mendorong demokrasi, memastikan anak perempuan memiliki akses yang sama ke sekolah, serta mencegah Afghanistan menjadi basis bagi kelompok “yang mengancam keamanan orang lain”.

    Organisasi antar pemerintahan yang beranggotakan 27 negara ini juga menyarankan, jika Taliban memenuhi persyaratan UE, akan dapat membuka pembiayaan tambahan untuk penguasa baru Afghanistan yang kekurangan biaya. Namun, hanya “untuk keuntungan langsung rakyat Afghanistan”.

    Taliban menegaskan kembali, mereka akan menegakkan hak asasi manusia “sesuai dengan prinsip-prinsip Islam” dan akan menyambut kembali misi diplomatik yang telah ditutup. (Nadia Ayu Soraya)

    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id