Pengiriman Vaksin Covid-19 Dibatasi, Asia Kena Imbas Termasuk Indonesia

    Fajar Nugraha - 30 Maret 2021 17:16 WIB
    Pengiriman Vaksin Covid-19 Dibatasi, Asia Kena Imbas Termasuk Indonesia
    Vaksin AstraZeneca digunakan dalam skema pengiriman vaksin COVAX dari WHO. Foto: AFP



    Seoul: Beberapa negara Asia bergegas mencari sumber alternatif untuk vaksinasi covid-19. Kabar ini muncul pada Selasa 30 Maret setelah pembatasan ekspor oleh produsen India membuat program berbagi vaksin global yang didukung Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) kekurangan pasokan.

    Korea Selatan, Indonesia, dan Filipina termasuk di antara negara-negara yang terkena penundaan pengiriman vaksin yang telah dijanjikan di bawah skema COVAX. Skema yang diatur oleh WHO dibuat terutama untuk memastikan pasokan ke negara-negara miskin.






    "Peningkatan vaksinasi harian kami yang direncanakan akan terpengaruh," kata Carlito Galvez, kepala vaksinasi Filipina, kepada wartawan, seperti dilansir dari Channel News Asia, Selasa 30 Maret 2021.

    India, pembuat vaksin terbesar di dunia, menghentikan sementara ekspor vaksin AstraZeneca yang diproduksi oleh Serum Institute of India (SII), karena para pejabat fokus untuk memenuhi permintaan domestik yang meningkat.

    SII akan mengirimkan 90 juta dosis vaksin untuk COVAX selama Maret dan April dan, meskipun belum jelas berapa banyak yang akan dialihkan untuk penggunaan domestik. Fasilitator program memperingatkan bahwa penundaan pengiriman tidak bisa dihindari.

    Korea Selatan mengonfirmasi hanya akan menerima 432.000 dosis dari 690.000 yang telah dijanjikan, dan pengirimannya akan ditunda hingga sekitar minggu ketiga April.

    "Ada ketidakpastian atas pasokan vaksin global, tetapi kami sedang mengerjakan rencana untuk memastikan tidak ada gangguan pada kuartal kedua dan berupaya untuk mengamankan lebih banyak vaksin," kata Kim Ki-nam, kepala tim satuan tugas vaksinasi covid-19 Korea Selatan.

    Para pejabat mengatakan mereka sedang dalam pembicaraan dengan AstraZeneca untuk mempercepat pengiriman yang diperoleh melalui kesepakatan terpisah.

    Presiden Filipina Rodrigo Duterte melonggarkan pembatasan pemerintah pada impor vaksin sektor swasta. Duterte meminta kepada perusahaan untuk mendapatkan pasokan terlepas dari biayanya, saat negaranya berjuang melawan kebangkitan pandemi.

    Di Vietnam, para pejabat juga meminta sektor swasta untuk turun tangan setelah pasokan COVAX mereka dipangkas 40 persen menjadi 811.200 dosis dan pengiriman diundur beberapa minggu.



    • Halaman :
    • 1
    • 2
    Read All




    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id