Kim Jong-un Meminta Maaf atas Penembakan Pejabat Korsel

    Willy Haryono - 26 September 2020 12:10 WIB
    Kim Jong-un Meminta Maaf atas Penembakan Pejabat Korsel
    Pemimpin Korut Kim Jong-un (kiri) berpelukan dengan Presiden Korsel Moon Jae-in. (AFP/KCNA/KNS)
    Pyongyang: Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un meminta maaf atas pembunuhan seorang pejabat Korea Selatan yang terlihat berusaha membelot di dekat perbatasan laut kedua negara. Kim mengaku "sangat menyesal" atas insiden tersebut.

    Permohonan maaf Kim merupakan sesuatu yang sangat jarang dilakukan seorang pemimpin Korut kepada Korsel atas isu apapun. Langkah terbaru Kim dipastikan dapat menurunkan ketegangan antar kedua Korea.

    "Kim Jong-un, Ketua Komisi Urusan Negara, meminta maaf dan menyesal karena telah mengecewakan Presiden Moon Jae-in dan warga Korsel karena terjadinya sebuah insiden yang sangat disayangkan," ujar penasihat Moon, Suh Hoon, yang mengutip pesan dari Korut, dilansir dari laman The Diplomat, Sabtu 26 September 2020.

    Sebelumnya Korsel menuding Korut telah menembak salah satu pejabatnya yang berusaha membelot. Korut membakar jasad korban yang ditemukan di sebuah objek terapung di perairan Korut pada Selasa kemarin.

    Otoritas Korsel mengecam aksi penembakan dan pembakaran, serta mendesak Pyongyang untuk menghukum siapapun pihak yang bertanggung jawan.

    Menurut pesan dari Korut, pasukan Pyongyang menembakkan peluru kosong ke arah korban, yang berulang kali mengatakan dirinya berasal dari Korsel. Saat korban berusaha melarikan diri, pasukan Korut melepaskan 10 tembakan.

    Saat pasukan Korut mendekati objek terapung, mereka hanya menemukan banyak darah, namun tidak ada tanda-tanda jasad korban. Pasukan Korut meyakini korban sudah tewas, dan objek terapung itu dibakar sesuai protokol virus korona (covid-19).

    Perwira senior Korsel, Ahn Young-ho, mengatakan kepada komite parlemen bahwa Korut kemungkinan membunuh pria itu karena adanya protokol ketat covid-19, yang meliputi menembak siapapun yang terlihat mendekati perbatasan secara ilegal.

    Menteri Pertahanan Suh Wook mengatakan, jajarannya meyakini pejabat itu berusaha membelot karena meninggalkan sepatunya di atas kapal, kemudian memakai jaket pelampung, dan menaiki sebuah objek terapung. Suh juga menyinggung mengenai bukti yang mengindikasikan percobaan pembelot.

    Namun sejumlah pakar mengatakan, tidak ada cukup bukti untuk menentukan apakah pejabat itu memang berusaha membelot ke Korut.

    (WIL)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id