Rumah Sakit Jepang Kewalahan Tangani Gelombang Pasien Covid-19

    Marcheilla Ariesta - 25 Januari 2021 17:04 WIB
    Rumah Sakit Jepang Kewalahan Tangani Gelombang Pasien Covid-19
    Warga memakai masker saat beraktivitas di stasiun Shinagawa di Tokyo, Jepang. (AFP/JIJI)



    Tokyo: Jepang mengalami krisis kapasitas rumah sakit akibat melonjaknya jumlah pasien virus korona (covid-19). Saat ini tercatat ada lebih dari 15 ribu pasien covid-19 yang masih berada dalam daftar tunggu untuk masuk rumah sakit.

    Jumlah infeksi covid-19 di Jepang terus melonjak sejak November lalu. Banyak warga yang terpaksa dirawat di rumah karena kurangnya tempat tidur di rumah sakit.






    Kantor berita Jepang, Kyodo News, melaporkan bahwa 11 prefektur Jepang berada dalam status darurat sejak awal Januari. Situasi di ibu kota Tokyo bahkan sangat mengkhawatirkan, dengan jumlah pasien covid-19 terbanyak di seantero negeri.

    "Tercatat ada 7.539 kasus infeksi di Tokyo saat ini," kata Kementerian Kesehatan Jepang, dilansir dari laman Anadolu Agency pada Senin, 25 Januari 2021.

    Data Kemenkes Jepang menunjukkan, jumlah pasien yang diisolasi di rumah mereka masing-masing melonjak dari 6.429 pada 9 Desember menjadi 35.394 kasus pada 20 Januari.

    Baca:  Tanpa Catatan ke Inggris, 3 Warga Jepang Terinfeksi Varian Baru Covid-19

    Sementara itu menteri yang bertanggung jawab atas program vaksinasi, Taro Kono, mengatakan bahwa Jepang mengadakan simulasi vaksinasi covid-19 di Kawasaki dekat Tokyo pada Rabu mendatang.

    "Kami akan menilai berapa lama (waktu yang dibutuhkan untuk memvaksinasi) dan seberapa besar sistemnya. Nanti kami akan menginformasikan hasilnya kepada pemerintah kota," kata dia.

    Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga bertekad segera memberikan vaksin covid-19 ke seluruh masyarakat. Jepang telah menandatangani kesepakatan pengadaan vaksin dengan perusahaan Pfizer-BioNTech, Oxford-AstraZeneca dan Moderna.

    Rencananya, program vaksinasi di Jepang akan dilakukan bulan depan. Pekerja medis yang memenuhi syarat rencananya divaksinasi terlebih dahulu, yang kemudian dilanjutkan kelompok orang lanjut usia berusia 65 tahun ke atas.


    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id