Bangladesh Setujui Penggunaan Darurat Vaksin Sinovac

    Willy Haryono - 06 Juni 2021 18:05 WIB
    Bangladesh Setujui Penggunaan Darurat Vaksin Sinovac
    Vaksin covid-19 buatan Sinovac. (AFP)



    Dhaka: Otoritas kesehatan Bangladesh menyetujui penggunaan darurat CoronaVac, nama dari vaksin Covid-19 buatan perusahaan Sinovac Biotech. Direktorat Jenderal Badan Obat-obatan Bangladesh (DGDA) mengeluarkan izin darurat usai menerima sebuah permohonan dari M/S Incepta Vaccine Limited pada 3 Juni lalu.

    M/S Incepta Vaccine Limited adalah agen lokal penyalur vaksin Sinovac di Bangladesh.

     



    Menurut DGDA, dilansir dari Dhaka Tribune pada Minggu, 6 Juni 2021, vaksin Sinovac dapat diberikan kepada warga berusia 18 tahun ke atas. Vaksin yang membutuhkan dua dosis per individu ini akan diberikan kepada dalam jeda dua hingga empat pekan dari vaksinasi pertama.

    Jumat kemarin, Tiongkok mengeluarkan izin penggunaan darurat vaksin Sinovac untuk warga berusia antara 3 dan 17 tahun.

    Baca:  Tiongkok Setujui Penggunaan Darurat Vaksin Covid-19 Sinovac untuk Anak 3-17 Tahun

    Sinovac juga telah menyelesaikan uji klinis terbaru Fase II, di mana para pesertanya mendapat dosis booster ketiga setelah menerima dua vaksinasi biasa. Dalam uji klinis tersebut, level antibodi para peserta dikabarkan meningkat 10 kali lipat dibanding satu pekan sebelumnya.

    Level antibodi itu kembali melonjak 20 kali lipat lebih tinggi dalam kurun waktu setengah bulan usai menerima booster Sinovac. Namun Sinovac menekankan bahwa observasi lebih lanjut diperlukan sebelum dapat membuat rekomendasi mengenai suntikan ketiga.

    Pekan kemarin, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengeluarkan izin penggunaan darurat vaksin Sinovac. WHO menyebut vaksin Sinovac mampu mencegah gejala Covid-19 di 51 persen dari total individu yang telah divaksinasi.

    Vaksin Sinovac juga disebut WHO mampu mencegah gejala berat dan hospitalisasi terkait Covid-19 dari 100 sampel yang dikumpulkan. Setelah Sinopharm, Sinovac adalah vaksin kedua yang mendapat lampu hijau dari WHO.

    Di Bangladesh, Sinovac adalah vaksin Covid-19 kelima yang disetujui DGDA. Empat vaksin lainnya adalah Pfizer-BioNTech, Sinopharm, Sputnik V, dan Covishield.

    Vaksin Slank untuk Indonesia

    Dalam upaya mendukung vaksinasi di Tanah Air, Media Group bersama Slank menggelorakan kampanye sosial bertajuk "Vaksin untuk Indonesia". Kampanye ini adalah upaya untuk bersama-sama bangkit dari pandemi dan memupuk optimisme menuju normal baru dengan terus menjaga kesehatan fisik dan mental. Vaksin dalam tajuk ini bukan saja berarti "obat" atau "anti-virus", tetapi juga upaya untuk menguatkan kembali mental dan spirit kita di tengah kesulitan akibat pandemi.

    "Slank dan Media Group bikin gerakan yang bertema 'Vaksin untuk Indonesia'. Berharap lewat musik dan dialog, acara ini bisa menyemangati dampak pandemi yang mengenai kehidupan kita, supaya tetap semangat. Kita hibur supaya senang, supaya imun kita naik juga. Mengajak masyarakat untuk jangan takut untuk divaksin. Ini salah satu solusi untuk lepas dari pandemi," terang drummer Slank, Bimo Setiawan Almachzumi alias Bimbim.

    Program "Vaksin untuk Indonesia" tayang di Metro TV setiap hari Jumat, pukul 20:05 WIB. Dalam tayangan ini, Slank bukan saja menyuguhkan musik semata, tetapi juga menampilkan perjalanan ke sejumlah tempat dan berinteraksi dengan masyarakat dari berbagai latar belakang sosial.

     

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id