Tujuh Balasan Dubes Tiongkok Hadapi Pandangan Negatif Menlu AS

    Fajar Nugraha - 30 Oktober 2020 16:13 WIB
    Tujuh Balasan Dubes Tiongkok Hadapi Pandangan Negatif Menlu AS
    Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia Xiao Qian. Foto: Medcom.id/Hariyanti.
    Jakarta: Selama kunjungannya ke Indonesia, Tiongkok melihat Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo melakukan serangan yang tak berdasar. Menurut Tiongkok, AS telah melakukan provokasi hubungan dengan Indonesia.

    Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia Xiao Qian pun mengeluarkan pernyataan balasan atas beberapa komentar Pompeo yang dianggap keliru.

    “Tindakan dan pernyataan keliru Pompeo belakangan ini telah semakin menyingkapkan intensi buruk AS, sekaligus menggarisbawahi adanya problem serius di dalam internal AS sendiri,” ujar Dubes Xiao Qian, dalam keterangan tertulis yang diterima Medcom.id, Jumat 30 Oktober 2020.

    Beberapa pernyataan Dubes Xiao yang ditujukkan untuk menimpali keterangan yang dianggap tidak sesuai dari Menlu Pompeo antara lain:

    1. AS adalah provokator "Perang Dingin Baru"

    Adalah merupakan pilihan historis sekaligus pilihan rakyat yang memungkinkan Partai Komunis Tiongkok menjadi pemandu rakyat Tiongkok dalam melangkah pada jalur perkembangan yang sesuai dengan kondisi nasional Tiongkok sendiri. Tiongkok berkomitmen untuk membangun kerja sama bersahabat dengan negara-negara lain atas dasar Lima Prinsip Hidup Berdampingan Secara Damai.

    “Tiongkok juga berkomitmen untuk tidak mengekspor ideologinya ataupun mencampuri urusan dalam negeri negara lain. Namun AS justru meluncurkan apa yang disebut ‘Perang Dingin Baru’, memprovokasi pertentangan ideologi, dan membangkitkan ‘revolusi berwarna’ di berbagai belahan dunia,” ucap Dubes Xiao.

    AS menurut Dubes Xiao juga secara brutal mengintervensi urusan dalam negeri negara lain, bahkan tidak segan menggunakan perang dan mendatangkan malapetaka bagi dunia.

    2. AS adalah penyebar super ‘virus politik’

    Dubes Xiao mengatakan, Tiongkok berpegang pada prinsip ‘rakyat dan keselamatan jiwa adalah prioritas utama’ dalam melakukan upaya pengendalian dan pencegahan pandemi covid-19 yang ilmiah dan efektif, dengan cara yang terbuka, transparan, dan bertanggung jawab.

    Tiongkok menurut Dubes Xiao juga gencar menggalang kerja sama internasional untuk menangani pandemi, serta aktif membangun komunitas kesehatan umat manusia.

    “Sementara itu, para politisi AS menjalankan kebijakan ‘kepentingan politik sendiri adalah prioritas utama’. Mereka telah meremehkan pandemi dan mengabaikan sains, sehingga mengakibatkan penyebaran wabah yang lepas kendali dan mendatangkan penderitaan bagi rakyat tidak berdosa,” tegasnya.

    Read All

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id