Ketegasan Pemerintah dan Disiplin Masyarakat Bantu Tiongkok Kalahkan Covid-19

    Marcheilla Ariesta - 24 Juli 2021 20:33 WIB
    Ketegasan Pemerintah dan Disiplin Masyarakat Bantu Tiongkok Kalahkan Covid-19
    Masyarakat Tiongkok lakukan uji covid-19. Foto: AFP.



    Jakarta: Tiongkok merupakan negara pertama tempat Covid-19 ditemukan. Namun, Negeri Tirai Bambu juga dinilai sebagai negara yang cepat dalam mengatasi pandemi Covid-19.

    Angka infeksi harian di negara ini hanya 11 kasus pada Sabtu, 24 Juli 2021. Angka tersebut bisa dicapai dengan disiplin protokol kesehatan dan penguncian yang ketat dari pemerintah Tiongkok.

     



    "Untuk menghentikan pandemi, dibutuhkan pemerintah yang tegas dan kebijakan yang tepat, serta masyarakat yang patuh pada protokol kesehatan," kata Budi Sugandi, anggota Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) di Tiongkok dalam webinar Civil Society Melawan Covid-19: Pengalaman Berbagai Negara, Sabtu, 24 Juli 2021.

    Ia mengingatkan bagaimana Tiongkok di Wuhan yang merupakan kota di mana virus tersebut ditemukan untuk pertama kali. Saat itu, pemerintah Negeri Tirai Bambu langsung membuat rumah sakit darurat khusus Covid-19 hanya dalam waktu 10 hari dan bisa menampung lebih dari seribu orang.

    Baca juga: Pekerja Migran di Malaysia Alami Diskriminasi Selama Pandemi Covid-19

    Tak hanya itu, kota Wuhan juga ditutup (lockdown) untuk mencegah penyebaran Covid-19. Sementara pelajar atau orang dari Wuhan yang kala itu sedang liburan di luar kota, dilacak posisinya dan diminta untuk isolasi.

    "Ketegasan dalam Covid-19 ini dengan bagaimana mereka bernegara - Tiongkok negara komunis - tidak ada hubungannya. Tapi kita harus melihat keseriusan mereka menanggapi pandemi ini," terang Budi.

    Beijing langsung membuat 32 badan dijadikan satu khusus untuk menangani pandemi. Selain itu, para dokter dan tenaga kesehatan dari wilayah lain yang tidak terkena dampak parah, juga diperbantukan di Wuhan.

    "Semua saling membantu. Bahkan mereka juga menarik mahasiswa semester akhir untuk membantu para tenaga kesehatan," imbuh dia.

    Ia menambahkan, tak hanya ketegasan pemerintah dan disiplin masyarakat, teknologi juga dipakai untuk penanganan pandemi. Mereka sudah punya banyak solusi untuk 'menghadapi masalah' termasuk pandemi.

    "Warga Tiongkok berpikir lebih baik lockdown selama sebulan tapi selesai daripada hanya menutup sedikit, tapi harus mengalami bertahun-tahun," pungkasnya.

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id