Cegah Pandemi Covid-19, Tiongkok Tutup Perbatasan Rusia

    Arpan Rahman - 09 April 2020 15:05 WIB
    Cegah Pandemi Covid-19, Tiongkok Tutup Perbatasan Rusia
    Warga di Tiongkok masih melakukan pemeriksaan suhu tubuh, meskipun covid-19 mereda. Foto: AFP
    Suifenhe: Otoritas Tiongkok menutup perbatasan darat dengan Rusia dan menutup Suifenhe, sebuah kota di provinsi Heilongjiang paling utara, pada Rabu. Penutupan dilakukan setelahTiongkok mengalami lonjakan kasus virus korona yang diimpor.

    Wabah virus korona covid-19 pertama kali diidentifikasi di Wuhan, Hubei Desember lalu, sebelum kemudian menyebar cepat ke hampir seluruh dunia. Metode pencegahan agresif Beijing secara drastis memperlambat dampak virus di dalam negeri beberapa pekan terakhir.

    Kasus-kasus resmi anjlok dan sebagian besar kasus baru diimpor dari luar negeri. Namun, wabah baru-baru ini di Heilongjiang telah mendorong pejabat Tiongkok menutup perbatasan darat dengan Rusia untuk menjaga individu yang terinfeksi virus korona masuk dari negara tetangga.

    Kedutaan Besar Tiongkok di Moskow pada Rabu malam mengumumkan penutupan sementara semua titik masuk perbatasan darat untuk individu yang bepergian antara daratan dan Rusia, menurut media CCTV yang dikelola negara. Kedutaan tidak menyebutkan kapan pos-pos pemeriksaan akan dibuka kembali untuk kedua negara yang memiliki perbatasan sepanjang 4.300 kilometer

    “25 kasus baru impor virus korona tercatat pada Selasa. Semua kasus ini diyakini masuk melalui persimpangan antara kota Suifenhe dan Pogranichny di Rusia,” ujar seorang pejabat kesehatan dari Heilongjiang, sebuah provinsi yang berbatasan dengan Rusia, seperti dikutip China Daily, Kamis, 9 April 2020.

    Tiongkok dengan cepat bergerak menutup semua komunitas perumahan di Suifenhe pada Rabu pagi untuk menahan ancaman baru.

    Di bawah lockdown, setiap keluarga dapat menominasikan satu anggota untuk pergi ke luar rumah mereka guna pasokan penting setiap tiga hari, menurut departemen pengendalian epidemi lokal. Masker dan pemeriksaan suhu akan dilakukan oleh pejabat, serta izin buat penduduk dan pemeriksaan kesehatan.

    Langkah-langkah ini mirip dengan yang dikenakan pada penduduk Wuhan pada puncak wabah di Tiongkok. Semua hotel juga sudah ditutup dan masuk ke wilayah tersebut hanya terbatas pada penduduk hingga 1 Juni.

    "Ketika pos pemeriksaan daratan ditutup pada Rabu, otoritas bea cukai di Hulunbuir, sebuah kota di Mongolia Pedalaman, melaporkan dua kasus pertama dari virus corona di Manzhouli, yang terletak di perbatasan Tiongkok-Rusia", menurut South China Morning Post.

    "Otoritas Manzhouli menutup pintu masuk pada jam 20:00 waktu setempat," SCMP melaporkan.

    Dinukil dari Newsweek, Kamis 9 April 2020, Kementerian Luar Negeri Tiongkok telah dihubungi untuk memberikan komentar tetapi tidak memberi tanggapan pada waktunya untuk dipublikasikan.

    Keputusan Tiongkok untuk menutup perbatasan daratan mereka dengan Rusia terjadi beberapa bulan setelah Moskow menutup sejumlah pos pemeriksaan dari kawasan mereka pada akhir Januari, ketika wabah itu meluas di Wuhan.

    Sewaktu Tiongkok mengalihkan perhatian mereka ke bahaya baru yang ditimbulkan oleh kasus-kasus impor, para pejabat negara telah mulai melonggarkan langkah-langkah lockdown yang telah dikenakan pada sekitar 11 juta warga mereka di Wuhan selama dua bulan terakhir.



    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id