comscore

700 Elite Bertengger di Pandora Papers, PM Pakistan Janji Bakal Ambil Tindakan

Medcom - 04 Oktober 2021 21:37 WIB
700 Elite Bertengger di Pandora Papers, PM Pakistan Janji Bakal Ambil Tindakan
PM Pakistan Imran Khan. (Ishara S. KODIKARA / AFP)
Pakistan: Pandora Papers tengah ramai diperbincangkan. Dokumen yang dikerjakan 600 jurnalis dari 117 negara ini sukses mengungkap kerahasiaan 'surga pajak' dalam sejarah yang melibatkan berbagai tokoh politik di dunia, termasuk 700 elite Pakistan.

Dilansir dari BBC News, Senin, 4 Oktober 2021, Perdana Menteri Pakistan Imran Khan berjanji akan mengambil tindakan tegas dan menyelidiki dokumen tersebut. Pandora Papers disebut-sebut mencantumkan dua nama anggota kabinet Imran Khan, PM ke-22 Pakistan.
Aset rahasia ini terungkap melalui penyelidikan global berdasarkan 12 juta dokumen yang mengarah ke International Consortium of Investigative Journalists (ICIJ). Jaringan global yang berisikan 280 jurnalis investigasi ini disebut bekerja dengan lebih dari 140 organisasi media di seluruh dunia.

Baca:  Geger Pandora Papers Seret Nama Putin dan Penyanyi Shakira

Tak hanya para anggota kabinet, nama Menteri Keuangan Pakistan, Shaukat Tarin, juga bertengger dalam dokumen ini. Bersama sejumlah anggota keluarganya, Tarin disebut memiliki empat perusahaan offshore.

Penasihat Keuangan, Tariq Fawad Malik, mengatakan bahwa perusahaan yang didirikan keluarga Tarin memiliki tujuan untuk berinvestasi di bank dengan koneksi bisnis Arab Saudi. Namun, skema tersebut tidak berlanjut.

Nama Menteri Sumber Daya Air Pakistan, Chaudhry Moonis Elahi, juga muncul dalam Pandora Papers. Ia disebut menarik diri dari pembuatan investasi yang direncanakan melalui pajak offshore. Sebelumnya, Elahi telah diperingatkanbahwa investasi tersebut akan dilaporkan ke otoritas pajak negara. 

Juru Bicara Elahi membantah semua tuduhan. Ia menegaskan, aset sang menteri telah dinyatakan sesuai dengan aturan hukum. "Balas dendam politik dan salah tafsir data telah tersebar dalam dokumen tersebut," katanya.

Pada 2016, Khan disebut mempelopori tuntutan oposisi untuk membuka penyelidikan setelah terkait dugaan rekening offshore beberapa elite Pakistan. Saat itu, Televisi Nasional Pakistan (PTV) mengklaim nama cucu mantan Perdana Menteri Nawaz Sharif, Junaid Safdar, tercatat dalam Pandora Papers.

Namun, menurut keterangan sebuah tim jurnalis investigasi di Pakistan kepada BBC, nama Safdar tidak tercantum dalam dokumen tersebut. (Nadia Ayu Soraya)


(WIL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id