Khawatir Efek Samping, Hong Kong Minta AstraZeneca Tunda Kirim Vaksin

    Marcheilla Ariesta - 09 April 2021 13:48 WIB
    Khawatir Efek Samping, Hong Kong Minta AstraZeneca Tunda Kirim Vaksin
    Hong Kong minta pengiriman vaksin AstraZeneca ditunda. Foto: AFP



    Hong Kong: Hong Kong menunda permintaan pengiriman vaksin virus korona (covid-19) buatan AstraZeneca. Langkah ini terpaksa dilakukan mengingat kekhawatiran efek samping dari vaksin tersebut di Eropa.

    Regulator obat-obatan Eropa (EMA), pekan ini mengatakan, vaksin AstraZeneca dapat menyebabkan pembekuan darah langka di beberapa penerimanya. Hal ini menyebabkan beberapa negara di Uni Eropa menangguhkan penyuntikkan vaksin bagi warganya dengan usia tertentu.






    Pada hari ini, Jumat, 9 April 2021, Kepala Kesehatan Hong Kong, Sophia Chan mengatakan kota tersebut meminta AstraZeneca tidak mengirimkan vaksin seperti yang sudah direncanakan sebelumnya.

    "Kami pikir tidak perlu AstraZeneca mengirimkan vaksin mereka tahun ini. Hong Kong ingin menghindari 'buang-buang vaksin' karena suplai global yang masih terbatas," seru Chan, dilansir dari AFP.

    Hong Kong sendiri telah mengamankan pasokan vaksin covid-19 untuk 7,5 juta warganya. Mereka telah menandatangani kesepakatan untuk 7,5 juta dosis vaksin masing-masing dengan Pfizer-BioNTech dan Sinovac.

    Pengiriman vaksin dari kedua produsen juga sudah dimulai.

    Sejauh ini, sudah 529 ribu warga Hong Kong yang telah divaksinasi dengan dosis pertama. 

    Sementara itu, pusat keuangan dunia itu mencatat ada lebih dari 11 ribu kasus infeksi covid-19 dengan 205 diantaranya meninggal.

    Vaksin untuk Indonesia

    Dalam upaya mendukung vaksinasi di Tanah Air, Media Group bersama Slank menggelorakan kampanye sosial bertajuk "Vaksin untuk Indonesia". Kampanye ini adalah upaya untuk bersama-sama bangkit dari pandemi dan memupuk optimisme menuju normal baru dengan terus menjaga kesehatan fisik dan mental. Vaksin dalam tajuk ini bukan saja berarti "obat" atau "anti-virus", tetapi juga upaya untuk menguatkan kembali mental dan spirit kita di tengah kesulitan akibat pandemi.

    "Slank dan Media Group bikin gerakan yang bertema 'Vaksin untuk Indonesia'. Berharap lewat musik dan dialog, acara ini bisa menyemangati dampak pandemi yang mengenai kehidupan kita, supaya tetap semangat. Kita hibur supaya senang, supaya imun kita naik juga. Mengajak masyarakat untuk jangan takut untuk divaksin. Ini salah satu solusi untuk lepas dari pandemi," terang drummer Slank, Bimo Setiawan Almachzumi alias Bimbim.

    Program "Vaksin untuk Indonesia" tayang di Metro TV setiap hari Jumat, pukul 20:05 WIB. Dalam tayangan ini, Slank bukan saja menyuguhkan musik semata, tetapi juga menampilkan perjalanan ke sejumlah tempat dan berinteraksi dengan masyarakat dari berbagai latar belakang sosial.
     


    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id