comscore

Ribuan Rohingya di Bangladesh Serukan Repatriasi Aman ke Myanmar

Willy Haryono - 20 Juni 2022 13:46 WIB
Ribuan Rohingya di Bangladesh Serukan Repatriasi Aman ke Myanmar
Ribuan Rohingya berunjuk rasa di kamp pengungsian di Bangladesh, 19 Juni 2022. (Tanbir MIRAJ / AFP)
Cox's Bazar: Ribuan pengungsi Rohingya di beberapa kamp di Cox's Bazar, Bangladesh, berunjuk rasa mendesak repatriasi ke kampung halaman mereka di Myanmar. Para pengungsi Rohingya juga menyerukan komunitas internasional untuk memastikan pemulangan mereka ke Myanmar berjalan lancar dan aman.

Mengabaikan guyuran hujan, para pengungsi Rohingya berkumpul di kamp Ukhiya dan Teknaf untuk kemudian berunjuk rasa sejak Minggu pagi.
"Kami berunjuk rasa dalam rangka menyambut Hari Pengungsi Dunia, untuk menyampaikan kepada dunia bahwa kami ingin pulang ke kampung halaman," kata Ansar Ali, seorang koordinator aksi.

"Dan, sebelum kami bisa mendapat repatriasi bermartabat serta berkelanjutan, kami membutuhkan status kewarganegaraan," sambungnya, seperti dikutip dari Anadolu Agency, Senin, 20 Juni 2022.

Ia meminta komunitas internasional untuk mengambil tindakan nyata dalam upaya mendorong repatriasi ribuan Rohingya dari Bangladesh. Dalam aksi protes kemarin, banyak demonstran membawa spanduk bertuliskan "Mari Pulang" dan "Rohingya mengalami persekusi."

Para pengungsi Rohingya sempat menghadirkan sebuah daftar berisi 19 poin tuntutan. Ali mengatakan, "jika semua permintaan ini terpenuhi, maka Rohingya dapat pulang ke Myanmar dan hidup dengan aman."

Beberapa permintaan itu meliputi penyebutan Rohingya sebagai Rohingya, bukan orang telantar. Permintaan lain termasuk perjanjian repatriasi yang ditandatangani Amerika Serikat, PBB, Inggris, Uni Eropa, Organisasi Kerja Sama Islam dan Bangladesh; penghapusan undang-undang kewarganegaraan Myanmar 1982; dan pengembalian properti saat kepulangan nanti.

Kelompok polisi dalam jumlah signifikan bersiaga di dua kamp, mencegah terjadinya segala bentuk kericuhan. Secara keseluruhan, aksi protes para pengungsi Rohingya berlangsung damai.

Rohingya, dideskripsikan PBB sebagai "kelompok minoritas paling mengalami persekusi di dunia," melarikan diri ke sejumlah negara dalam upaya menghindari operasi militer Myanmar di Rakhine pada Agustus 2017.

Menurut data Agensi Pengungsian PBB, ribuan Rohingya telah dibantai militer Myanmar. Jutaan Rohingya telah melarikan diri dari Myanmar dalam sejumlah gelombang sejak awal 1990-an.

Bangladesh menampung sekitar 1,2 pengungsi Rohingya di Cox's Bazar, yang sebagian besarnya adalah mereka yang melarikan diri di tahun 2017.

Baca:  59 Pengungsi Rohingya Ditemukan Telantar di Sebuah Pulau Thailand

(WIL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id