comscore

Kelompok Radikal Islam Dituding Biang Kerusuhan Kazakhstan

M Sholahadhin Azhar - 11 Januari 2022 02:17 WIB
Kelompok Radikal Islam Dituding Biang Kerusuhan Kazakhstan
Polisi Kazakhstan menghadapi pedemo/AFP
Nur Sultan: Otoritas Kazakhstan menuding kelompok radikal Islam sebagai biang kerusuhan. Tudingan itu disampaikan secara resmi pada Senin, 10 Januari 2022.

Kelompok radikal Islam itu disebut telah dilatih di luar negeri dan menyerang gedung-gedung pemerintah dan pasukan keamanan pekan lalu. Polisi Kazakhstan telah menahan hampir 8.000 orang untuk mengendalikan situasi.

 



Baca: Hampir 8.000 Orang Ditangkap Terkait Kerusuhan di Kazakhstan

"Seperti yang ditunjukkan oleh peristiwa di Almaty dan beberapa wilayah lain di negara itu, Kazakhstan telah menjadi sasaran agresi bersenjata oleh kelompok teroris yang terkoordinasi dengan baik yang dilatih di luar negeri," kata Kementerian Luar Negeri Kazakhstan dalam sebuah pernyataan yang dikutip dari AFP, Selasa 11 Januari 2022.

Gedung-gedung pemerintah di beberapa kota sempat direbut minggu lalu karena protes damai yang awalnya menentang kenaikan harga bahan bakar. Presiden Kassym-Jomart Tokayev memecat kabinetnya, mengeluarkan perintah tembak-menembak, dan mengumumkan keadaan darurat di negara kaya minyak berpenduduk 19 juta itu.

Dia juga meminta blok militer pimpinan Rusia untuk mengirim pasukan, yang menurut pemerintah telah dikerahkan untuk menjaga objek-objek strategis. 

“Menurut data awal, para penyerang termasuk individu yang memiliki pengalaman zona tempur militer di jajaran kelompok Islam radikal,” demikian pernyataan tersebut.

Pihak kementerian tidak menyebutkan kelompok tertentu. Komite Keamanan Nasional menyatakan hari berkabung. Mereka juga mengeklaim situasi telah stabil dan pasukan keamanan telah mengambil kendali.

Karim Masimov, mantan ketua komite, ditahan atas tuduhan makar pekan lalu, beberapa hari setelah Tokayev memecatnya. Akibat kerusuhan dilaporkan bahwa 164 orang telah tewas. Otoritas kesehatan dan polisi tidak mengkonfirmasi angka itu, dan unggahan media sosial asli telah dihapus.

"Saya pikir ada semacam konspirasi yang melibatkan kekuatan penghancur domestik dan asing tertentu," kata Menteri Luar Negeri Yerlan Karin kepada televisi pemerintah, Senin, 10 Januari 2022.

(ADN)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id