comscore

Setujui Paxlovid, Tiongkok Terindikasi Hendak Akhiri Strategi 'Nol Kasus'

Medcom - 15 Februari 2022 13:19 WIB
Setujui Paxlovid, Tiongkok Terindikasi Hendak Akhiri Strategi Nol Kasus
Logo perusahaan Pfizer terlihat di salah satu pabriknya di Belgia pada 22 Februari 2021. (Kenzo TRIBOUILLARD / AFP)
Beijing: Keputusan Tiongkok menyetujui penggunaan pil Covid-19 buatan perusahaan Pfizer, Paxlovid, merupakan langkah mengejutkan. Sejumlah pihak menilai Tiongkok mungkin sedang mempertimbangkan untuk mengakhiri strategi 'Nol Kasus Covid-19' yang membuatnya terisolasi dari dunia luar.

Persetujuan bersyarat untuk obat Paxlovid menjadikannya sebagai produk farmasi asing pertama di Tiongkok untuk penanganan Covid-19. Tiongkok selama kini hanya bergantung pada vaksin dan pengobatan dalam negeri.
Bahkan, Tiongkok juga tidak menyetujui penggunaan vaksin mRNA (Moderna) hasil produksi Pfizer dan BioNTech yang dianggap sangat ampuh mencegah gejala berat Covid-19.

Mantan kepala ilmuwan ilmuwan di Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Tiongkok, Zeng Guang, mengatakan bahwa Paxlovid akan memiliki manfaat strategis. Keputusan ini disebut membuka jalan ke arah pendekatan yang lebih fleksibel dalam menangani Covid-19 di Negeri Tirai Bambu.

Baca:  Tiongkok Setujui Penggunaan Bersyarat Obat Covid-19 Paxlovid

"Tiongkok tidak akan mengisolasi diri dari seluruh dunia dan memiliki berbagai rencana untuk mengubah taktik," ujar Zeng dalam pertemuan dengan investor yang diselenggarakan Sealand Securities, dilansir dari The Straits Times, Selasa, 15 Februari 2022.

Keputusan menyetujui Paxlovid meredakan kekhawatiran internasional terkait Tiongkok, pasar farmasi terbesar kedua di dunia. 

Tiongkok merupakan raksasa Asia yang masih berusaha untuk memusnahkan Covid-19. Upaya tersebut terhambat munculnya varian dengan penularan tinggi, seperti Omicron dan Delta.

Rendahnya efikasi vaksin buatan Tiongkok dipandang sebagai alasan utama di balik langkah Beijing yang mulai mempertimbangkan strategi baru.

"Semoga ini menunjukkan bahwa mereka (Tiongkok) menyiapkan diri untuk tidak memiliki nol kasus,” kata Sophia Archuleta, kepala pusat penyakit menular di Rumah Sakit Universitas Nasional Singapura yang juga seorang profesor di Yong Loo Lin School of Medicine.

"Ketika Covid-19 menyebar lebih luas di kalangan masyarakat, mereka sudah akan memiliki obat efektif yang dapat digunakan," sambungnya.

Hampir 90 persen masyarakat Tiongkok telah divaksin lengkap dengan menggunakan vaksin buatan dalam negeri.

"Pil asing untuk Covid-19 jauh lebih sedikit mengandung radioaktif ketimbang vaksin asing," kata Michael Shoebridge, direktur program pertahanan, strategi dan keamanan nasional di Institut Kebijakan Strategis Australia. 

Tiongkok disebut-sebut membutuhkan pil Pfizer yang telah terbukti mengurangi risiko rawat inap dan kematian hingga 90 persen. Penggunaan obat tersebut juga berpotensi mengurangi tekanan bagi jaringan rumah sakit di seantero Tiongkok. (Kaylina Ivani)

(WIL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id