Taliban Serahkan Harta Rampasan ke Bank Sentral Afghanistan, Termasuk Emas

    Fajar Nugraha - 17 September 2021 07:53 WIB
    Taliban Serahkan Harta Rampasan ke Bank Sentral Afghanistan, Termasuk Emas
    Pasukan Taliban yang kini menguasai Afghanistan. Foto: AFP



    Kabul: Taliban menyerahkan sekitar USD12,3 juta uang tunai dan beberapa emas kepada Da Afghanistan Bank, bank sentral negara itu. Hal ini dipastikan oleh pihak bank pada Kamis 16 September 2021.

    “Uang tunai dan emas batangan yang ditemukan dari rumah mantan pejabat pemerintah dan kantor lokal bekas badan intelijen pemerintah telah dikembalikan ke perbendaharaan Da Afghanistan Bank,” kata bank itu dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip AFP, Jumat 17 September 2021.

     



    "Pejabat Imarah Islam Afghanistan (pemerintahan baru Taliban) dengan menyerahkan aset ke perbendaharaan nasional membuktikan komitmen mereka terhadap transparansi," kata pernyataan itu.
     
    Baca: Taliban Temukan Uang Rp92 M di Rumah Mantan Wapres Afghanistan.

    Setelah mengambil alih ibu kota Kabul pada 15 Agustus, Taliban mengumumkan pembentukan pemerintahan sementara pada 7 September. Mereka menunjuk beberapa pejabat menteri dan pejabat gubernur bank sentral Afghanistan.

    Dalam perkembangan lain, gesekan antara pragmatis dan ideolog dalam kepemimpinan Taliban telah meningkat sejak kelompok itu membentuk Kabinet garis keras pekan lalu. Kabinet ini lebih sesuai dengan aturan keras mereka seperti pada era pada 1990-an, daripada janji inklusivitas baru-baru ini.

    Perselisihan telah terjadi di belakang layar tetapi desas-desus dengan cepat mulai beredar tentang konfrontasi kekerasan baru-baru ini antara kedua kubu di istana presiden. Termasuk klaim bahwa pemimpin faksi pragmatis, Abdul Ghani Baradar, terbunuh.

    Desas-desus itu mencapai intensitas sedemikian rupa sehingga rekaman audio dan pernyataan tulisan tangan, keduanya konon oleh Baradar sendiri, menyangkal bahwa dia telah dibunuh. Kemudian pada hari Rabu, Baradar muncul dalam sebuah wawancara dengan TV nasional negara itu.

    “Saya bepergian dari Kabul sehingga tidak memiliki akses ke media untuk menolak berita ini," ujar Baradar tentang rumor tersebut.

    Baradar menjabat sebagai kepala perunding selama pembicaraan antara Taliban dan Amerika Serikat yang membuka jalan bagi penarikan pasukan AS dari Afghanistan, yang selesai pada akhir Agustus, dua minggu setelah Taliban menyerbu ibu kota Kabul.

    Kini Baradar menjabat sebagai Wakil Perdana Menteri Afghanistan di bawah pemerintahan Mullah Hasan Akhund.

    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id