Tiongkok Resmi Sahkan UU Keamanan Nasional Hong Kong

    Willy Haryono - 30 Juni 2020 10:18 WIB
    Tiongkok Resmi Sahkan UU Keamanan Nasional Hong Kong
    Warga berjalan melewati iklan pemerintah mengenai UU Keamanan Nasional yang dipasang di sebuah stasiun MTR di Hong Kong. (Foto: ISAAC LAWRENCE/AFP)
    Beijing: Undang-Undang Keamanan Nasional Hong Kong secara resmi disahkan dalam pertemuan Komite Kongres Rakyat Nasional Tiongkok di Beijing hari ini, Selasa 30 Juni 2020. Aturan disahkan di tengah gelombang kritik internasional yang khawatir UU Keamanan Nasional dapat mengikis otonomi dan kebebasan di Hong Kong.

    UU Keamanan Nasional melarang adanya aksi pemisahan diri, subversi, terorisme, dan kolusi dengan kekuatan asing.

    Dikutip dari laman TIME, isi keseluruhan UU Keamanan Nasional Hong Kong belum dirilis ke publik. Dalam sebuah konferensi pers, pemimpin Hong Kong Carrie Lam juga mengaku belum pernah melihatnya secara penuh.

    Media lokal melaporkan bahwa UU Keamanan Nasional Hong Kong akan mulai berlaku pada 1 Juli mendatang, bertepatan dengan peringatan 23 tahun berlanjutnya kedaulatan Tiongkok atas Hong Kong.

    "Merupakan hal yang tidak dapat diterima saat UU Keamanan Nasional disahkan tanpa menginformasikan detailnya ke jajaran pejabat Hong Kong," kata Alan Leong, ketua Civic Party yang berada di kubu pro-demokrasi.

    Rencana mengesahkan UU Keamanan Nasional Hong Kong telah disampaikan Tiongkok pada akhir Mei lalu. Saat itu, Tiongkok menyampaikan pengumuman karena Hong Kong dinilai gagal menjalankan kewajiban konstitusinya seputar urusan keamanan nasional.

    Sejumlah pengamat menilai Tiongkok sudah kehabisan kesabaran usai berlangsungnya unjuk rasa anti-pemerintah yang melumpuhkan Hong Kong pada media 2019. Oleh karenanya, Beijing pun ingin segera mengesahkan UU Keamanan Nasional tanpa melibatkan penuh jajaran petinggi Hong Kong.

    UU Keamanan Nasional Hong Kong menjadi sorotan internasional dalam beberapa pekan terakhir. UU ini dikhawatirkan dapat mengikis kebebasan dan otonomi tinggi di Hong Kong.
     
    Namun Beijing mengklaim UU ini justru dibuat untuk melindungi Hong Kong. Tiongkok juga menegaskan bahwa prinsip "Satu Negara, Dua Sistem" akan tetap diberlakukan di Hong Kong.

    Akhir pekan kemarin, ratusan warga Hong Kong berunjuk rasa secara damai dan juga hening dalam menentang UU Keamanan Nasional. Polisi antihuru-hara berperisai lengkap turut hadir mengawal jalannya unjuk rasa. Para demonstran berjalan dalam diam dari area Jordan menuju Mong Kok di distrik Kowloon.
     
    Disebut-sebut sebagai aksi 'protes diam,' sebagian besar demonstran tidak mengatakan apapun saat bergerak menyusuri jalanan kota. Biasanya, mereka kerap meneriakkan slogan maupun yel-yel anti-Tiongkok.



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id