Lab di Wuhan Punya Tiga Kelelawar Bervirus Korona

    Marcheilla Ariesta - 24 Mei 2020 18:50 WIB
    Lab di Wuhan Punya Tiga Kelelawar Bervirus Korona
    Laboratorium di Wuhan punya tiga kelelawar bervirus korona. (Foto: AFP).
    Wuhan: Sebuah laboratorium di Wuhan punya tiga kelelawar yang memiliki virus korona. Namun, direktur lab tersebut mengatakan virus korona yang dimiliki tiga kelelawar itu tidak ada yang cocok dengan yang menyebar di seluruh dunia.

    para ilmuwan awalnya berpikir jika virus korona (covid-19) yang pertama kali muncul di Wuhan, berasal dari kelelawar dan bisa ditularkan ke manusia. Namun, Direktur Institut Virologi Wuhan, Wang Yanyi mengatakan bahwa virus yang 'bocor' dari fasilitas itu adalah fabrikasi murni.

    Dalam wawancara dengan stasiun televisi pemerintah Tiongkok, CGTN, laboratorium telah mengisolasi dan memperoleh beberapa virus korona dari kelelawar. Mereka mengumpulkannya untuk diteliti.

    "Sekarang kami memiliki tiga jenis virus hidup. Tetapi kesamaan tertinggi mereka dengan SARS-CoV-2 hanya mencapai 79,8 persen," katanya merujuk pada jenis virus korona yang menyebabkan covid-19, dilansir dari Channel News Asia, Minggu 24 Mei 2020.

    Salah satu tim riset mereka, yang dipimpin Profesor Shi Zhengli telah meneliti virus korona pada kelelawar sejak 2004. Penelitian berfokus pada penelusuran sumber SARS.

    "Kita tahu bahwa seluruh genom SARS-CoV-2 hanya 80 persen mirip dengan SARS. Ini perbedaan yang jelas," tutur Wang.

    "Jadi dalam penelitian Profesor Shi, mereka tidak memperhatikan virus yang kurang mirip dengan SARS," imbuhnya.

    Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Menteri Luar Negeri Mike Pompeo mengungkapkan bahwa laboratorium keamanan hayati di Tiongkok terlibat dalam wabah covid-19. Mereka mengklaim bahwa ada bukti patogen berasal dari laboratorium tersebut.

    Namun, laboratorium mengatakan telah menerima sampel virus yang tidak diketahui pada 30 Desember. Mereka kemudian menentukan urutan genom virus pada 2 Januari.

    Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menerima informasi tentang patogen dari lembaga tersebut pada 11 Januari.

    "Sebelum menerima sampel virus pada Desember lalu, tim kami tidak pernah menemukan, meneliti atau menyimpan virus," serunya.

    Dia kemudian mempertanyakan teori Trump yang mengatakan virus itu bocor dari lab mereka. WHO pun mengatakan Washington tidak memiliki bukti untuk mendukung klaim spekulatif tersebut.

    (FJR)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id