Ekspor Vaksin Dibatasi, Produsen AstraZeneca di India Minta Bantuan Keuangan

    Fajar Nugraha - 07 April 2021 19:05 WIB
    Ekspor Vaksin Dibatasi, Produsen AstraZeneca di India Minta Bantuan Keuangan
    Produsen vaksin AstraZeneca di India, Serum Institute India (SII) kekurangan dana. Foto: AFP



    Mumbai: Pembatasan ekspor vaksin covid-19 telah membuat Institut Serum India membutuhkan bantuan keuangan dari pemerintah. Produsen vaksin terbesar di dunia berada di bawah tekanan di dalam negeri akibat kasus virus korona yang melonjak.

    Pemerintah Perdana Menteri Narendra Modi bulan lalu menghentikan ekspor vaksin AstraZeneca yang dibuat oleh Serum Institute of India (SII), ketika negara berpenduduk 1,3 miliar itu mengalami gelombang baru infeksi yang mengkhawatirkan.






    “Kondisi tersebut membuat kapasitas produksi di SII, terus terang sangat tertekan,” kata CEO Perusahaan SII, Adar Poonawalla kepada NDTV, Selasa 7 April 2021.

    "Dunia membutuhkan vaksin ini, dan kami memprioritaskan kebutuhan India saat ini. Kami masih kekurangan untuk memasok ke setiap warga India yang membutuhkannya,” jelasnya.

    “Perusahaan sekarang membutuhkan dana tambahan sebesar 30 miliar rupee  (atau sekitar Rp5,8 triliun) untuk meningkatkan kapasitas dan telah meminta bantuan keuangan dari pemerintah,” tambahnya.

    “Awalnya tidak pernah dianggarkan atau direncanakan karena kami seharusnya mengekspor dan mendapat pendanaan dari negara-negara ekspor. Tapi sekarang itu tidak terjadi, kami harus mencari cara inovatif lain untuk membangun kapasitas kami,” kata Poonawalla.

    SII, yang memproduksi lebih dari dua juta dosis Covishield -,nama lokal untuk vaksin AstraZeneca,- sehari, memberikan suntikan dengan tarif bersubsidi sekitar 150 rupee atau sekitar Rp29 ribu ke India. Harga itu jauh lebih murah daripada biaya ekspor.

    “Harga yang ditetapkan memang menguntungkan, namun tidak cukup menguntungkan untuk berinvestasi kembali secara substansial dalam membangun kapasitas,” kata Poonawalla.

    SII -,yang mencatat pendapatan tahunan lebih dari USD 800 juta pada 2019-20,- telah meningkatkan profilnya sejak pandemi covid-19. Beberapa negara termasuk Inggris, Brasil, dan Afrika Selatan berteriak-teriak untuk membeli vaksinnya.

    Perusahaan juga telah mencapai kesepakatan untuk memasok 200 juta dosis untuk COVAX, upaya yang didukung Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk mendapatkan dan mendistribusikan inokulasi ke negara-negara miskin.

    Negara itu mulai memvaksinasi orang yang berusia di atas 45 minggu lalu, dengan target untuk menyuntik 300 juta orang pada Agustus. Sejauh ini telah dilakukan sekitar 87 juta tembakan.

    India mencatat lebih dari 100.000 kasus dalam satu hari untuk pertama kalinya pada hari Senin, dengan New Delhi dan kota-kota lain memberlakukan pembatasan baru pada pergerakan dan pertemuan publik sebagai tanggapan atas lonjakan tersebut.

    Vaksin untuk Indonesia

    Dalam upaya mendukung vaksinasi di Tanah Air, Media Group bersama Slank menggelorakan kampanye sosial bertajuk "Vaksin untuk Indonesia". Kampanye ini adalah upaya untuk bersama-sama bangkit dari pandemi dan memupuk optimisme menuju normal baru dengan terus menjaga kesehatan fisik dan mental. Vaksin dalam tajuk ini bukan saja berarti "obat" atau "anti-virus", tetapi juga upaya untuk menguatkan kembali mental dan spirit kita di tengah kesulitan akibat pandemi.

    "Slank dan Media Group bikin gerakan yang bertema 'Vaksin untuk Indonesia'. Berharap lewat musik dan dialog, acara ini bisa menyemangati dampak pandemi yang mengenai kehidupan kita, supaya tetap semangat. Kita hibur supaya senang, supaya imun kita naik juga. Mengajak masyarakat untuk jangan takut untuk divaksin. Ini salah satu solusi untuk lepas dari pandemi," terang drummer Slank, Bimo Setiawan Almachzumi alias Bimbim.

    Program "Vaksin untuk Indonesia" tayang di Metro TV setiap hari Jumat, pukul 20:05 WIB. Dalam tayangan ini, Slank bukan saja menyuguhkan musik semata, tetapi juga menampilkan perjalanan ke sejumlah tempat dan berinteraksi dengan masyarakat dari berbagai latar belakang sosial.
     

     

    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id