Vaksinasi Covid-19 di India Dimulai 16 Januari

    Willy Haryono - 10 Januari 2021 07:37 WIB
    Vaksinasi Covid-19 di India Dimulai 16 Januari
    Ilustrasi vaksin. (AFP)
    New Delhi: Program vaksinasi massal virus korona (covid-19) di seantero India akan dimulai pada 16 Januari mendatang. Perdana Menteri India Narendra Modi menyebut program ini sebagai "langkah bersejarah," dengan target vaksinasi 300 juta orang hingga Juli 2021.

    Tenaga kesehatan dan pekerja-pekerja di garis terdepan dalam perang melawan covid-19 akan mendapat prioritas pemberian vaksin.

    India, negara dengan total populasi 1,3 miliar, mencatat jumlah kasus covid-19 tertinggi di dunia setelah Amerika Serikat. Sejak dimulainya pandemi covid-19, India telah mengonfirmasi lebih dari 10,3 juta kasus dengan hampir 150 ribu kematian.

    Regulator obat-obatan di India telah memberikan lampu hijau kepada dua vaksin. Vaksin pertama adalah yang dikembangkan University of Oxford bersama AstraZeneca, dan satunya lagi buatan perusahaan lokal Bharat Biotech (Covaxin).

    "Mulai hari itu (16 Januari), vaksinasi nasional India dimulai," tulis PM Modi di Twitter, dilansir dari laman BBC pada Sabtu, 9 Januari 2021.

    "Prioritas akan diberikan kepada para dokter, tenaga kesehatan, dan pekerja garis terdepan," sambungnya.

    Baca:  India Larang Ekspor Vaksin Covid-19

    Setelah kelompok prioritas tersebut, vaksinasi akan dilanjutkan ke warga berusia di atas 50 tahun. Warga di bawah 50 tahun dengan penyakit bawaan juga akan menjadi prioritas setelah tenaga kesehatan selesai divaksinasi.

    Otoritas kesehatan India sudah menggelar uji klinis massal di pusat-pusat vaksinasi di seantero negeri. Pelatihan juga telah diberikan kepada sekitar 150 ribu staf di 700 distrik.

    Pengumuman terbaru PM India disampaikan beberapa hari usai jajaran pakar khawatir mengenai pemberian izin penggunaan darurat Covaxin sebelum berakhirnya masa uji klinis.

    Krishna Ella, kepala Bharat Biotech, mengatakan bahwa izin penggunaan Covaxin tidak diberikan secara terburu-buru. "Di bawah hukum India, kami bisa mendapatkan izin penggunaan vaksin berdasarkan lima parameter usai uji klinis Fase 2. Ini berlaku bagi vaksin kami. Jadi, vaksin kami tidak mendapat izin penggunaan secara prematur," ungkapnya.

    "Kami akan menyelesaikan uji klinis Fasse 3 dalam waktu dekat, dan memberikan data tingkat efektivitas vaksin pada Februari mendatang,"  lanjut Ella.

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id