Tiongkok Inginkan Myanmar Transisi Demokrasi Tapi Tolak Sanksi

    Fajar Nugraha - 01 April 2021 13:32 WIB
    Tiongkok Inginkan Myanmar Transisi Demokrasi Tapi Tolak Sanksi
    Warga Myanmar masih terus menentang kudeta yang dilakukan militer. Foto: AFP



    New York: Tiongkok pada Rabu 31 Maret mengatakan, mereka menginginkan ‘transisi demokrasi’ di Myanmar yang saat ini dikuasai junta militer. Tetapi Tiongkok mengesampingkan sanksi pada pertemuan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB).

    “Tiongkok berharap Myanmar akan memulihkan perdamaian, stabilitas, dan ketertiban konstitusional sedini mungkin dan terus memajukan transisi demokrasi dengan mantap," kata Duta Besar Zhang Jun dalam pertemuan tertutup, menurut sebuah pernyataan, seperti dikutip AFP, Kamis 1 April 2021.






    Baca: Militer Myanmar Ajukan Gencatan Senjata, Tetapi Bukan dengan Pedemo.

    "Menjaga perdamaian dan stabilitas di Myanmar adalah kepentingan bersama komunitas internasional. Jika Myanmar mengalami turbulensi yang berkepanjangan, itu akan menjadi bencana bagi Myanmar dan kawasan secara keseluruhan," imbuh Zhang.

    Militer Myanmar, yang menggulingkan kepemimpinan Aung San Suu Kyi pada 1 Februari dan dengan keras menekan protes, mengandalkan Negeri Tirai Bambu sebagai sekutu utamanya.

    Sementara Tiongkok tetap konsisten dalam penentangannya terhadap penerapan sanksi atau tekanan ekonomi terhadap Myanmar. Penolakan dilontarkan setelah pertemuan tertutup menunjukkan kekuatan Barat berbicara tentang tindakan lebih lanjut.

    "Tekanan sepihak dan menyerukan sanksi atau tindakan paksaan lainnya hanya akan memperburuk ketegangan dan konfrontasi dan semakin memperumit situasi, yang sama sekali tidak konstruktif," ucap Zhang.

    Dia juga menyerukan perlindungan bisnis asing - perhatian utama bagi Tiongkok usai belasan pabrik mereka dibakar oleh diduga para pedemo antikudeta. Pedemo menilai selama ini Tiongkok memberikan dukungan kepada pihak junta militer.

    "Kami berharap semua pihak di Myanmar dapat tetap tenang, menahan diri dan mengambil tindakan dengan sikap konstruktif untuk meredakan dan mendinginkan situasi," imbau Zhang.

    "Kehidupan dan properti orang Myanmar dan warga negara asing serta bisnis harus dilindungi, dan setiap serangan terhadap mereka tidak dapat diterima,” tegasnya.

    Wakil Tetap Tiongkok di Tiongkok itu juga menyuarakan apresiasi atas upaya ASEAN. Tiongkok mendukung gagasan ASEAN tentang pertemuan puncak khusus dan upayanya "melakukan mediasi dengan cara ASEAN dan memainkan peran positif dalam meredakan situasi di Myanmar".

    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id