Taiwan Berpeluang Menerima Kembali Pekerja Migran Indonesia

    Gervin Nathaniel Purba - 11 Mei 2021 12:07 WIB
    Taiwan Berpeluang Menerima Kembali Pekerja Migran Indonesia
    Ilustrasi pekerja migran yang akan berangkat ke luar negeri - - Foto: Antara/ Agus



    Jakarta: Pemerintah Taiwan berencana membukakan pintu kembali kepada pekerja migran Indonesia (PMI) yang ingin bekerja di negara tersebut. Hal ini ditunjukkan dengan pengiriman surat dari Pemerintah Taiwan yang ditujukan langsung Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker).

    Menaker RI Ida Fauziyah mengaku telah menerima surat tersebut dari Menaker Taiwan. Surat tersebut berisi tentang rencana pembukaan penempatan PMI ke Taiwan. Ada sejumlah syarat yang harus dipatuhi oleh Pemerintah Indonesia.

     



    Salah satu syaratnya, yakni angka pertambahan kasus covid-19 Indonesia harus di bawah angka lima ribu orang per hari selama seminggu berturut-turut.
     
    “Pemerintah sangat serius dan terus bekerja keras menurunkan angka penularan covid-19. Alhamdulillah, jumlahnya terus menurun menjadi 3.922 kasus baru pada 9 Mei. Jika angka ini dapat terus kita tekan, maka penempatan PMI ke Taiwan dapat segera dibuka kembali,” kata Ida, dalam keterangan tertulis, Selasa, 11 Mei 2021.

    Ida menjelaskan, ketentuan pembukaan penempatan PMI ke Taiwan tersebut berdasarkan pada pertemuan Menaker Taiwan dengan Central Epidemic Command Center (CECC).

    Selain angka penambahan kasus, Pemerintah Indonesia juga telah melakukan langkah-langkah pembaharuan standar operasional prosedur (SOP) Penempatan PMI pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru ke Taiwan. SOP ini memuat di antaranya penerapan protokol kesehatan secara ketat sebelum calon PMI (CPMI) berangkat ke luar negeri.

    "Apabila kondisi yang dipersyaratkan Taiwan telah terpenuhi, maka Kemenaker akan segera menginformasikan kepada Otoritas Taiwan sebagai dasar untuk membuka kembali penempatan PMI ke Taiwan,” ujar Ida.

    Untuk menyiapkan rencana pembukaan penempatan ini, Ida telah meminta pihak-pihak terkait, seperti jajaran Kemenaker, P3MI, dan asosiasi P3MI untuk menyiapkan diri sesuai dengan SOP. Ida pun menegaskan akan menindak tegas siapapun yang tidak menjalankan SOP dengan baik.

    “Saya akan menindak tegas P3MI apabila tidak menjalankan penempatan sebagaimana diatur dalam SOP tersebut. Termasuk BLKLN yang tidak disiplin dan tidak mentaati SOP pada saat melatih para pencari kerja yang akan bekerja ke luar negeri,” ucapnya.



    (ROS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id