comscore

Pakistan Klaim Dua Prajuritnya Tewas Diserang India di Kashmir

Willy Haryono - 16 Desember 2020 15:14 WIB
Pakistan Klaim Dua Prajuritnya Tewas Diserang India di Kashmir
Personel paramiliter India bersiaga di Kashmir. (Foto: AFP)
Islamabad: Militer Pakistan mengklaim dua prajuritnya tewas dalam baku tembak dengan pasukan India di area Line of Control (LoC) di wilayah sengketa Kashmir. Keduanya diklaim tewas akibat terkena serangan mortir pasukan India.

"Dalam baku tembak sengit, dua prajurit bernama Naik Shahjahan dan Sepoy Hameed meninggal saat bertugas," ujar pernyataan militer Pakistan pada Selasa malam. Pakistan menyebut baku tembak terjadi di area Bagsar wilayah Kashmir Pakistan.
"Pasukan Pakistan mengalami kekalahan berat dari pasukan India dalam hal personel dan material," sambungnya, tanpa mengelaborasi lebih lanjut.

Dikutip dari laman Al Jazeera pada Rabu, 16 Desember 2020, sejauh ini militer India belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait klaim Pakistan atas baku tembak di Kashmir.

Baca:  Bentrok Pecah di Kashmir, 11 Orang Tewas

Pakistan dan India telah dua kali berperang memperebutkan Kashmir sejak berakhirnya kekuasaan kolonial Inggris di tahun 1947. Kedua negara sama-sama mengklaim keseluruhan wilayah Kashmir, yang saat ini dipisahkan oleh LoC.

Gencatan senjata secara teknis berlaku di LoC sejak 2003, namun kerap kali dilanggar oleh Pakistan dan juga India. Laporan mengenai baku tembak di LoC sering terdengar dari waktu ke waktu dalam dua tahun terakhir.

Tahun ini, Pakistan mengklaim India telah melanggar gencatan senjata di LoC setidaknya 2.970 kali. Pakistan juga mengklaim dari total pelanggaran itu, total 29 orang tewas dan 249 warga sipil terluka.

India jarang merilis data mengenai jumlah korban jiwa di Kashmir. Namun pekan kemarin, wakil kepala militer India Letnan Jenderal Satinder Kumar Saini mengatakan bahwa jumlah pelanggaran gencatan senjata Pakistan telah "meningkat" sepanjang tahun ini.

"Pelanggaran di sepanjang LoC bertambah tahun ini jika dibandingkan dengan tahun lalu dan satu tahun sebelumnya lagi," tutur Saini.

(WIL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id