Di Hari Terakhir Terbit, Apple Daily Minta Maaf ke Pembaca

    Marcheilla Ariesta - 24 Juni 2021 22:06 WIB
    Di Hari Terakhir Terbit, Apple Daily Minta Maaf ke Pembaca
    Para pembaca Hong Kong memegang surat kabar terakhir Apple Daily. Foto: AFP.



    Hong Kong: Surat kabar Hong Kong, Apple Daily meminta maaf kepada para pembacanya yang mengantre untuk mendapatkan edisi terakhir tabloid tersebut. Mereka meminta maaf karena tidak bisa memenuhi harapan para pembaca.

    Dalam edisi terakhir tabloid tersebut, halaman depannya menampilkan foto seorang anggota staf Apple Daily melambaikan teleponnya melihat para pendukung yang berkumpul di luar gedung penerbit Next Digital di Tsung Kwan.

     



    Dilansir dari The Straits Times, Kamis, 24 Juni 2021, judul utama tabloid tersebut adalah 'Warga Hong Kong Mengucapkan Selamat Tinggal yang Menyakitkan di Tengah Hujan, 'Kami Mendukung Apple Daily'".

    Dalam catatan perpisahan, mantan penerbit rekanan surat kabar tersebut, Chan Pui Man mengatakan, keputusan menyakitkan tersebut dibuat karena kekhawatiran akan keselamatan pekerja dan pertimbangan tenaga kerja.

    Chan -,salah satu di antara lima petinggi surat kabar yang ditangkap polisi pekan lalu,- mengucapkan selamat tinggal kepada para pembaca. Ia berharap rekanp-rekannya yang ditahan bisa segera dibebaskan.

    Baca juga: Bentrok dengan Keamanan Tiongkok, Surat Kabar Apple Daily Putuskan Tutup

    "Kepada pembaca kami, dalam sepekan terakhir, Anda telah menyemangati kami dan mengatakan 'Bertahan di sana', 'Hong Kong tidak dapat melakukannya tanpa Apple Daily'. Di sini, saya ingin meminta maaf karena tidak memenuhi harapan Anda," ucapnya sebagai pengantar terakhir.

    "Dalam hari-hari ke depan tanpa Apple, saya harap Anda berhati-hati dan tetap aman," imbuhnya.

    Para pendukung muncul di tengah hujan di luar kantor tersebut. Mereka bersorak dan menyorotkan senter ponsel sebagai tanda solidaritas.

    Para staf berlinang air mata melambai ke penggemar mereka. Kemudian mereka membagikan salinan edisi terakhir dari koran yang berdiri pada 1995 tersebut.

    Pada Kamis pagi, ratusan penggemar mengantri di kios berita di seluruh wilayah tersebut untuk membeli salinan tabloid yang terkenal dengan opini pedasnya dan pandangan miring terhadap pemerintah Tiongkok dan Hong Kong, serta skandal politik, kejahatan, dan liputan hiburan.

    Di pagi hari, toko serba ada di Central kehabisan koran. Sementara orang-orang berbaris di tengah hujan rintik-rintik di kios berita untuk menunggu lebih banyak salinan dikirimkan.

    Penutupan surat kabar yang memiliki 600 karyawan itu terjadi setelah pihak berwenang membekukan aset senilai 18 juta dolar Hong Kong milik surat kabar tersebut dan Next Digital, sebagai bagian dari investigasi keamanan nasional terkait dengan kolusi dengan pasukan asing dan untuk menyerukan sanksi terhadap Pejabat Tiongkok dan Hong Kong.

    Karyawan diberitahu pada Senin lalu bahwa surat kabar tidak memiliki dana yang cukup untuk melanjutkan operasi.

    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id