PM Baru Kirgistan Resmi Ditunjuk usai Kericuhan Pemilu

    Willy Haryono - 11 Oktober 2020 14:02 WIB
    PM Baru Kirgistan Resmi Ditunjuk usai Kericuhan Pemilu
    PM baru Kirgistan Sadyr Japarov. (AFP)
    Bishkek: Parlemen Kirgistan resmi menyetujui mantan anggota parlemen Sadyr Japarov, 51, sebagai perdana menteri baru di tengah kekacauan politik yang diakibatkan hasil pemilihan umum pada 4 Oktober lalu. Japarov dijadikan PM usai para pendukungnya mengeluarkan dia dari penjara di tengah kerusuhan.

    Dilansir dari UPI pada Sabtu, 10 Oktober 2020, pemilihan PM dimungkinkan usai kuorum anggota parlemen mencapai 62 dari total 120. Proses penyetujuan Japarov sebagai PM berlangsung di rumah presiden Soorobai Jeebenkov karena gedung parlemen dikepung pengunjuk rasa pada Sabtu, 10 Oktober 2020.

    Jeebenkov mengatakan dirinya akan mundur setelah terbentuknya parlemen baru Kirgistan.

    Status darurat dideklarasikan Jeebenkov usai PM Kubatbek Boronov dipaksa mengundurkan diri pada 6 Oktober di tengah tekanan unjuk rasa masif yang diwarnai aksi kekerasan di Bishkek.

    Demonstrasi diwarnai kekerasan dimulai pekan lalu usai warga Kirgistan mencurigai adanya kecurangan dalam pemilu. Komisi Pemilihan Sentral Kirgistan menemukan adanya indikasi kecurangan, sehingga hasil pemilu pun dianulir.

    Komisi mengatakan, pemilu untuk memilih parlemen baru Kirgistan harus digelar pada 9 November mendatang.

    Bentrokan terjadi antar pendukung Japarov dan loyalis mantan presiden Almazbek Atambaev, yang juga dibebaskan dari penjara. Jumat kemarin, pasukan keamanan Kirgistan menangkap Atambaev dan sekali lagi menjebloskannya ke penjara.

    "Pendukung (Japarov) ternyata jauh lebih kuat," kata Arkady Dubnov, seorang pakar urusan Asia Tengah di Moskow, kepada New York Times.

    Sebelum dibebaskan para pendukungnya, Japarov sedang menjalani vonis 11,5 tahun penjara usai menjadi terpidana atas kasus penculikan gubernur regional di tahun 2013.

    Japarov, masuk ke parlemen pada 2005 dan 2010, adalah pendukung mantan presiden Kurmanbek Bakiev, yang melarikan diri dari Kirgistan usai unjuk rasa masif di tahun 2010. Dua tahun kemudian, Japarov dan beberapa tokoh lainnya dituding berusaha menggulingkan pemerintahan baru, dan mereka pun divonis 18 bulan penjara.

    (WIL)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id