comscore

Langit Beijing Menguning Akibat Badai Pasir

Fajar Nugraha - 16 April 2021 09:56 WIB
Langit Beijing Menguning Akibat Badai Pasir
Langit di Beijing, Tiongkok menguning akibat partikel pasir dan debu. Foto: AFP
Beijing: Langit di atas Beijing, Tiongkok menguning dan polusi udara melonjak ke tingkat yang parah saat awan pasir dan partikel debu raksasa meluncur ke ibu kota. Kondisi itu didorong oleh angin kencang dari utara Negeri Tirai Bambu.

"Indeks kualitas udara Beijing naik menjadi 324 pada pukul 4.00 sore waktu setempat pada Kamis 15 April terutama karena partikel pasir dan debu yang lebih besar," kata otoritas kota, seperti dikutip AFP, Jumat 16 April 2021.
Namun menurut aplikasi Swiss IQAir, kondisi itu memburuk di malam hari, melebihi 1.300 di beberapa bagian kota.

Badan Meteorologi Tiongkok menyebutkan, partikel-partikel itu berasal dari Mongolia dan wilayah Tiongkok di Mongolia Dalam. Sementara angin kencang diperkirakan membawa polutan ke wilayah tengah dan timur Tiongkok pada Jumat.

Jumlah pasir di udara kurang dari selama dua badai pasir di Tiongkok utara bulan lalu, tetapi kecepatan angin lebih tinggi. Hal ini memungkinkan cuaca berdebu untuk bergerak lebih cepat dan lebih jauh.

"Saya merasa tidak enak badan. Kami mengalami beberapa badai debu tahun ini," kata Gary Zi, seorang penduduk Beijing berusia 48 tahun yang bekerja di sektor keuangan.

"Kualitas (udaranya) jauh lebih buruk dari tahun-tahun sebelumnya. Bernapas menjadi sulit. Pasir masuk ke mata dan hidungmu," imbuhnya.

Tiongkok biasanya menyalahkan gurun Gobi di Mongolia terkait badai pasir tahunan yang melanda. Delegasi dari wilayah Gansu, Tiongkok yang gersang mengatakan, dalam proposal ke parlemen bulan lalu bahwa lebih dari setengah dari badai debu yang turun di Negeri Tirai Bambu setiap tahun datang dari luar negeri, terutama dari selatan Mongolia.

Beijing telah menanam jutaan pohon di sepanjang perbatasannya untuk memblokir badai pasir, bagian dari proyek yang dikenal sebagai "Tembok Hijau Besar".

"Saya merasa ini semua adalah perubahan iklim," ucap seorang warga Beijing lainnya saat dia menyeka debu dari sepeda motornya di dekat China World Trade Center, hanya memberikan nama belakangnya, Xie.

"(Kami) tidak bisa berbuat banyak tentang itu," pungkasnya.


(FJR)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id