Tiga Menteri RI Bahas Penguatan Kerja Sama Bilateral di Tiongkok

    Medcom - 04 April 2021 18:07 WIB
    Tiga Menteri RI Bahas Penguatan Kerja Sama Bilateral di Tiongkok
    Kiri ke kanan: Menteri BUMN Erick Thohir, Menlu Retno Marsudi, Menlu Tiongkok Wang Yi, Mendag Muhammad Lutfi. (KBRI Beijing)



    Beijing: Menteri Luar Negeri Retno Marsudi bersama Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi dan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir telah berkunjung ke Tiongkok pada 1-3 April 2021. Kedatangan mereka bertujuan membahas berbagai isu yang menjadi kepentingan bersama, termasuk kerja sama vaksin, peningkatan perdagangan dan investasi serta kekonsuleran.

    Selama di Tiongkok, ketiga Menteri telah melakukan pertemuan bersama dengan State Councilor/Menlu RRT Wang Yi dan Pimpinan Provinsi Fujian. Mereka juga melakukan pertemuan terpisah dengan masing-masing pimpinan K/L di Tiongkok yang merupakan mitra kerja masing-masing menteri dan berbagai perusahaan Tiongkok yang sudah memiliki kerja sama dengan Indonesia dan berminat mengembangkan bisnisnya di Tanah Air.
     
    Salah satu isu utama yang diangkat dalam kunjungan para Menteri RI ke Tiongkok adalah pengadaan vaksin Covid-19 maupun potensi pengembangan kerja sama antara perusahaan vaksin Tiongkok dengan perusahaan lokal di Indonesia. Tidak hanya untuk membantu Indonesia dalam penyediaan vaksin mandiri, namun juga mendukung RI menjadi regional hub untuk produksi vaksin di kawasan.






    Mengingat urgensi penyediaan vaksin di Indonesia, Menlu RI menekankan pentingnya perusahaan-perusahaan vaksin Tiongkok yang telah menandatangani komitmen dengan Indonesia untuk segera memenuhi jadwal penyediaan vaksin yang telah disepakati bersama.

    Baca:  RI Minta Tiongkok Kirim Vaksin Covid-19 Tepat Waktu
     
    Menlu RI juga menggunakan kesempatan kunjungan tersebut untuk menyampaikan apresiasi atas bantuan Pemerintah RRT selama ini dalam isu pemulangan ABK Indonesia. Diharapkan Pemerintah RRT dapat selalu memfasilitasi penyelesaian isu ABK Indonesia dan mengusulkan pembentukan kerja sama bilateral yang khusus mengatur penempatan seluruh ABK Indonesia.

    Selain itu, Menlu RI mengharapkan dukungan Pemerintah RRT untuk dapat memfasilitasi kembalinya para pelajar Indonesia ke tempat studi masing-masing di Tiongkok, mengingat perkuliahan dan sekolah di Tiongkok telah kembali normal sejak akhir 2020. 

    Tiongkok sebagai investor asing kedua terbesar di Indonesia memiliki sejumlah potensi perluasan kerja sama bisnis dengan Indonesia. Dalam hal ini, Menteri BUMN RI juga telah mengoptimalkan kunjungan ke Tiongkok untuk bertemu dengan perusahaan industri baterai listrik CBL maupun perusahaan pembangun kilang smelter grade alumina (SGA) Chalieco yang telah memiliki investasi di Indonesia dan berminat untuk memperluas investasinya ke kota-kota lain di Indonesia.

    CBL, yang merupakan platform perusahaan CATL (Contemporary Amperex Technology Co. Ltd.) di Indonesia, merencanakan investasi untuk mengembangkan rantai industri baterai di Indonesia yang diawali dari pengolahan bahan baku nikel, pembangunan charging station sampai dengan manufaktur kendaraan listrik. Menteri BUMN menegaskan dukungan Pemerintah RI bagi kelangsungan investasi perusahaan di Tanah Air.

    Sebagai salah satu agenda pokok kunjungan di Tiongkok, Menteri BUMN juga telah bertemu dengan Vice Chairman State-Owned Assets Supervision and Administration Commission (SASAC) RRT. Keduanya membahas kerja sama antara BUMN Indonesia dan Tiongkok melalui antara lain pembentukan platform kerja sama konkret dan saling menguntungkan bagi BUMN kedua negara untuk lebih mengembangkan potensi BUMN sebagai bagian dari reformasi dan transformasi BUMN. SASAC juga akan memfasilitasi BUMN Indonesia untuk mencarikan mitra lokal di Tiongkok yang berminat untuk berinvestasi di Indonesia.

    Terkait perdagangan, dari hasil pertemuan antara Mendag RI dengan berbagai perusahaan Tiongkok yang bergerak di produk pertanian dan furnitur, telah dihasilkan komitmen impor dari Indonesia sebesar USD1,38 miliar atau setara Rp20,04 triliun. Realisasi komitmen tersebut diharapkan dapat berkontribusi signifikan untuk lebih memperbaiki neraca dagang Indonesia dan Tiongkok. Mendag RI dan Menteri BUMN RI juga telah menerima rencana investasi Shandong Timber and Wood Association sebesar USD1,35 miliar atau Rp19,6 triliun di kawasan industri Indonesia.

    Dubes RI Beijing Djauhari Oratmangun mengatakan bahwa seluruh kesepakatan dan komitmen yang dicapai oleh ketiga menteri dengan para mitra di Tiongkok akan segera ditindaklanjuti.

    "Sebagai mitra dagang dan investor utama bagi Indonesia, realisasi peningkatan kerja sama dengan Tiongkok akan berkontribusi penting dalam pemulihan ekonomi di Indonesia," ujar Dubes Djauhari dalam keterangan tertulis KBRI Beijing yang diterima Medcom.id pada Minggu, 4 April 2021.

    Kunjungan tiga Menteri ke Tiongkok dilaksanakan di kota Wuyishan, Provinsi Fujian. Sebagai provinsi yang menjadi salah satu pintu masuk komoditas ekspor Indonesia ke RRT, Fujian memiliki potensi kerja sama ekonomi dan bisnis dengan Indonesia.

    Pada Januari 2021, sebagai salah satu hasil kunjungan kerja State Councilor/Menlu RRT Wang Yi ke Indonesia, Indonesia dan Tiongkok telah menandatangani MoU "Two Countries Twin Parks," yang merupakan kesepakatan kerja sama antara Fuqing Yuanhong Industrial Park (yang terletak di Provinsi Fujian) dengan 3 mitra kawasan industri di Batang, Bintan dan Aviarna Semarang. Kerja sama dalam kerangka Belt and Road Initiative tersebut diharapkan dapat menjadi green channel untuk lebih mempromosikan promosi perdagangan dan investasi kedua negara.

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id