Setelah Dihujat, PM Australia Pastikan Hadir di KTT Iklim PBB

    Medcom - 15 Oktober 2021 20:08 WIB
    Setelah Dihujat, PM Australia Pastikan Hadir di KTT Iklim PBB
    Perdana Menteri Australia Scott Morrison. Foto: AFP



    Sydney: Perdana Menteri (PM) Australia, Scott Morrison mencabut ancaman untuk tidak menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Kebijakan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atau COP26 di Glasgow, Skotlandia.

    “Saya mengonfirmasi kehadiran saya di KTT Glasgow, yang saya tunggu-tunggu untuk hadir,” kata Morrison.

     



    Dilansir dari AFP, Jumat, 15 Oktober 2021, di tengah tekanan dalam mengadopsi peningkatan guna mencapai target iklim. Pemimpin konservatif ini sebelumnya menyatakan, tidak akan bergabung dengan kepala pemerintahan lainnya di Glasgow. 

    Pernyataannya ini disebut memicu kemarahan para aktivis iklim dan dipandang sebagai penghinaan diplomatik langsung ke Inggris, sekutu dekat, dan tuan rumah KTT. 

    Pangeran Charles dari Inggris pun mengungkapkan, keterkejutan atas keengganan Morrison. Ia mengatakan hal tersebut akan menjadi ‘bencana’ apabila para pemimpin tidak mengambil tindakan tegas untuk menghentikan perubahan iklim.

    Selain dipandang sebagai penghambat iklim, Australia diketahui merupakan salah satu pengekspor batu bara dan gas terbesar di dunia dan telah lama menolak untuk mengadopsi target netral karbon.

    Sementara itu, Morrison telah beralih perlahan menuju penetapan tanggal target, yaitu 2050 untuk tujuan tersebut. Ia telah menolak untuk membuat target mengikat dan belum berkomitmen terkait target pengurangan emisi 2030 yang lebih bermakna.

    Nantinya, pertemuan selama 12 hari di Skotlandia ini akan menjadi konferensi iklim terbesar sejak pembicaraan penting di Paris pada 2015. Selain itu, dipandang sebagai langkah penting dalam menetapkan target emisi di seluruh dunia untuk memperlambat pemanasan global.

    CEO Greenpeace Australia Pacific, David Ritter mengatakan, kehadiran Morrison disambut baik. Namun, akan terbukti tidak berarti, kecuali disertai dengan komitmen untuk tindakan yang nyata.

    “Morrison tidak pantas mendapat tepuk tangan karena hanya berkomitmen untuk muncul di konferensi iklim paling penting di dunia,” kata Ritter.

    Posisi Australia di Glasgow disebut akan bergantung pada kemampuan Morrison untuk memenangkan dukungan dari para skeptis iklim dalam koalisinya yang berkuasa.

    “Hanya muncul di 2021 United Nations Climate Change Conference (COP26) dengan kata-kata dan janji kosong, sementara membersihkan rekam jejak iklim Australia yang menyedihkan, tidak cukup baik,” ujar Ritter.

    Dalam beberapa hari terakhir, lebih dari satu miliar dolar hibah telah diumumkan untuk proyek hidrogen sebagai pemanis bagi anggota yang mewakili konstituen penghasil batu bara. Dengan pemilihan yang diharapkan pada Mei, Morrison juga harus menyesuaikan posisi iklim partainya dengan mayoritas warga Australia yang menuntut tindakan. (Nadia Ayu Soraya)

    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id