Maskapai Emirates Bebaskan Biaya Pengiriman Bantuan ke India

    Marcheilla Ariesta - 09 Mei 2021 20:24 WIB
    Maskapai Emirates Bebaskan Biaya Pengiriman Bantuan ke India
    Maskapai Emirates bebaskan biaya pengiriman bantuan ke India. Foto: AFP.



    Dubai: Maskapai penerbangan Emirates akan membebaskan biaya pengiriman untuk semua bantuan ke India. Keputusan ini merupakan kontribusi Emirates dalam membantu India memerangi gelombang kedua Covid-19.

    Tawaran disampaikan Emirates di saat biaya distribusi barang via udara melonjak drastis.

     



    Permintaan kargo udara telah meningkat ke level tertinggi sejak awal pandemi. Demi meraih pendapatan, sejumlah maskapai termasuk Emirates beberapa kali menjalankan distribusi barang dengan kursi penumpang yang kosong melompong.

    Emirates membuat pengumuman di Kota Kemanusiaan Internasional Dubai, yang telah menjadi rumah bagi gudang milik Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk distribusi peralatan medis di seluruh dunia.

    Laman Al Arabiya, Minggu, 9 Mei 2021 melaporkan, Emirates akan memprioritaskan pengiriman bantuan dari Dubai ke India. Wakil Presiden Senior Divisi SkyCargo Emirates, Nabil Sultan, mengakui jika biaya pengiriman barang via udara memang tinggi, namun ia mengatakan prioritasnya saat ini adalah membantu India.

    "Saat ini, masalah biaya bukanlah masalah. India tengah mengalami krisis besar," terangnya.

    Baca juga: Bangladesh Deteksi Kasus Perdana Varian Covid-19 India

    Gelombang pertama bantuan ke India dari Dubai, termasuk tenda untuk meningkatkan kapasitas rumah sakit dan peralatan lainnya, akan dikirim pekan ini.

    Sejak didirikan sebagai maskapai penerbangan jarak jauh pada 1985, Emirates telah melayani penerbangan ke India. Maskapai ini dari waktu ke waktu mengembangkan jaringannya menjadi sembilan tujuan di seantero India.

    Seiring dengan pertumbuhan kekayaan ekonomi India, Emirates juga menjadi penghubung utama dalam penerbangan Timur-Barat dari hub-nya di Bandara Internasional Dubai.

    Jumlah penumpang Emirates dari India tumbuh menjadi 5,5 juta dalam satu dekade sejak 2008. Jutaan warga India juga tinggal di Uni Emirat Arab dan menjadi 'pelanggan tetap' maskapai penerbangan tersebut.

    India mencatat 21,8 juta kasus dan hampir 240 ribu kematian akibat Covid-19. Angka ini terus bertambah, dan menurut para ahli, kemungkinan angka yang sebenarnya bisa lebih tinggi dari yang tercatat.

    Sementara itu, Uni Emirat Arab melarang penerbangan orang dari India pada akhir April. Meski demikian, penerbangan kargo akan terus dilanjutkan.

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id