India Pesan 300 Juta Vaksin Covid-19 yang Belum Mendapat Izin

    Willy Haryono - 05 Juni 2021 08:05 WIB
    India Pesan 300 Juta Vaksin Covid-19 yang Belum Mendapat Izin
    Ilustrasi vaksin covid-19. (AFP)



    New Delhi: India memesan 300 juta dosis vaksin Covid-19 yang mendapat mendapat izin penggunaan darurat di tengah gelombang kedua penyebaran virus tersebut. Vaksin buatan Biological E yang belum diberi nama ini sedang berada di uji klinis fase ketiga.

    "Sejauh ini vaksin tersebut sudah memperlihatkan hasil menjanjikan dalam dua fase pertama," kata pemerintah federal India, dilansir dari laman BBC pada Jumat, 4 Juni 2021.

     



    Pesanan senilai USD206 juta ini merupakan kali pertama dilakukan India terhadap vaksin Covid-19 yang belum mendapat izin penggunaan darurat. Pesanan dilakukan saat India kewalahan menangani gelombang kedua Covid-19.

    India telah memberikan lebih dari 220 juta dosis vaksin Covid-19 kepada warganya sejauh ini dari total populasi 1,4 miliar. Saat ini baru sekitar 15 persen dari total penduduk di India yang telah menerima setidaknya satu dosis vaksin Covid-19.

    Meski jumlah kasus harian Covid-19 relatif menurun, India masih mencatat lebih dari 100 ribu infeksi baru dalam setiap harinya. Sejauh ini India mencatat lebih dari 340 ribu kematian akibat Covid-19, walau sejumlah pakar menilai angka sebenarnya bisa lebih tinggi lagi.

    Pemerintah India di bawah Perdana Menteri Narendra Modi telah mendapat gelombang kritik karena tidak memesan cukup vaksin Covid-19, baik terhadap perusahaan di India maupun di luar negeri.

    Vaksin Covid-19 yang dipakai di India saat ini adalah Covishield buatan Serum Institute of India (SII), Covaxin yang dikembangkan Bharat Biotech, dan Sputnik V asal Rusia.

    Berbeda dari pesanan tunggal 300 juta dosis kepada Biological E, India menghadirkan sekitar 350 juta vaksin yang merupakan gabunan dari Covishield dan Covaxin.

    "Pasokan vaksin dari Biological E ini akan tersedia dalam beberapa bulan ke depan," ucap pemerintah federal India.

    Baca:  Kasus Covid-19 di Perbatasan Myanmar-India Melonjak

    Vaksin Slank untuk Indonesia

    Dalam upaya mendukung vaksinasi di Tanah Air, Media Group bersama Slank menggelorakan kampanye sosial bertajuk "Vaksin untuk Indonesia". Kampanye ini adalah upaya untuk bersama-sama bangkit dari pandemi dan memupuk optimisme menuju normal baru dengan terus menjaga kesehatan fisik dan mental. Vaksin dalam tajuk ini bukan saja berarti "obat" atau "anti-virus", tetapi juga upaya untuk menguatkan kembali mental dan spirit kita di tengah kesulitan akibat pandemi.

    "Slank dan Media Group bikin gerakan yang bertema 'Vaksin untuk Indonesia'. Berharap lewat musik dan dialog, acara ini bisa menyemangati dampak pandemi yang mengenai kehidupan kita, supaya tetap semangat. Kita hibur supaya senang, supaya imun kita naik juga. Mengajak masyarakat untuk jangan takut untuk divaksin. Ini salah satu solusi untuk lepas dari pandemi," terang drummer Slank, Bimo Setiawan Almachzumi alias Bimbim.

    Program "Vaksin untuk Indonesia" tayang di Metro TV setiap hari Jumat, pukul 20:05 WIB. Dalam tayangan ini, Slank bukan saja menyuguhkan musik semata, tetapi juga menampilkan perjalanan ke sejumlah tempat dan berinteraksi dengan masyarakat dari berbagai latar belakang sosial.

     

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id