Pejabat Korsel Ditembak Mati di Wilayah Perairan Korut

    Fajar Nugraha - 24 September 2020 13:59 WIB
    Pejabat Korsel Ditembak Mati di Wilayah Perairan Korut
    Perbatasan Korea Selatan dan Korea Utara masih dijaga ketat. Foto: AFP
    Seoul: Pasukan Korea Utara (Korut) menembak mati seorang pejabat perikanan Korea Selatan (Korsel) yang menghilang dari kapal patroli dan berakhir di perairan Pyongyang. Korsel menyebutnya sebagai tindakan keterlaluan.

    “Pria berusia 47 tahun itu berada di atas kapal di dekat pulau perbatasan barat Yeonpyeong,” kata Kementerian Pertahanan Korsel dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip AFP, Kamis 24 September 2020.

    Setelah menganalisis intelijen, militer Korea Selatan telah mengonfirmasi bahwa Korea Utara menembaki seorang warga Korea Selatan yang ditemukan di laut utara dan mengkremasi tubuhnya.

    "Kami dengan tegas memperingatkan Korea Utara bahwa semua tanggung jawab atas insiden ini ada di tangannya," tambah Kementerian Pertahanan Korsel.

    Tidak segera jelas bagaimana pria itu bisa berada di dalam air. Laporan sebelumnya mengatakan bahwa sepatunya ditemukan di atas kapal patroli yang mengarah ke spekulasi bahwa dia mungkin mencoba membelot.

    Pada Juli, seorang pembelot Korea Utara yang melarikan diri ke Selatan tiga tahun lalu menyelinap kembali ke perbatasan yang dijaga ketat ke negara miskin itu.

    Penyeberangannya mendorong pejabat Korea Utara untuk mengunci kota perbatasan Kaesong. Ini dipicu kekhawatiran bahwa ia mungkin telah membawa virus korona.

    Komandan Pasukan AS di Korea Robert Abrams mengatakan awal bulan ini pihak berwenang Korea Utara mengeluarkan perintah tembak-untuk-membunuh untuk mencegah virus korona memasuki negara itu dari Tiongkok, menciptakan ‘zona penyangga’ di perbatasan dengan tentara pasukan khusus yang siap membunuh.

    Korut yang terisolasi belum mengonfirmasi satu kasus pun dari penyakit yang telah melanda dunia sejak pertama kali muncul di Tiongkok.

    Pyongyang menutup perbatasannya dengan Tiongkok pada Januari untuk mencoba mencegah kontaminasi, dan pada Juli, media pemerintah mengatakan telah meningkatkan keadaan daruratnya ke tingkat maksimum.

    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id