Pakistan Terapkan Lockdown Covid-19 Jelang Idulfitri

    Marcheilla Ariesta - 09 Mei 2021 16:02 WIB
    Pakistan Terapkan Lockdown Covid-19 Jelang Idulfitri
    Kondisi salah satu ruas jalan di kota Karachi, Pakistan, yang sepi di tengah pembatasan Covid-19 pada 2 Mei 2021. (Asif HASSAN / AFP)



    Islamabad: Pemerintah Pakistan mulai menerapkan kebijakan penguncian (lockdown) untuk mencegah lonjakan kasus Covid-19 selama berlangsungnya liburan Hari Raya Idulfitri. Lockdown berlangsung selama sembilan hari sejak Sabtu, 8 Mei.

    Pakistan tengah berjuang melawan gelombang ketiga Covid-19 di saat negara tetangganya, India, juga tengah kewalahan menangani virus tersebut.

     



    Sebelum lockdown pada Sabtu kemarin, Pakistan telah memberlakukan aturan serupa secara ketat pada April tahun lalu.

    "Langkah-langkah ini diperlukan demi menghentikan penyebaran mutasi virus yang mematikan," kata Menteri Perencanaan Pakistan, Asad Umar, dikutip dari laman AFP pada Minggu, 9 Mei 2021.

    Seperti di negara mayoritas Muslim lainnya, masyarakat Pakistan biasa melakukan tradisi pulang kampung atau mudik menjelang Idulfitri. Biasanya, tempat wisata di seantero negeri ramai dengan warga yang berlibur bersama keluarga selama momen liburan ini.

    Baca:  Warga Syiah Pakistan Ngotot Lakukan Prosesi Keagamaan di Tengah Pandemi

    Tahun lalu, Pakistan mengalami lonjakan kasus Covid-19 beberapa pekan menjelang Idulfitri.

    Mengantisipasi hari serupa, tempat bisnis, hotel dan restoran serta pasar dan taman di sejumlah wilayah Pakistan akan ditutup. Sementara transportasi umum antar provinsi dan dalam kota telah dihentikan dengan beberapa pengecualian.

    Militer Pakistan telah dimobilisasi untuk memantau berbagai pembatasan Covid-19. Masjid yang biasanya penuh sesak saat Ramadan, akan tetap dibuka meski dengan protokol kesehatan yang ketat.

    Masjid-masjid di Pakistan akan tetap dibuka karena khawatir akan terjadi kericuhan jika ditutup sepenuhnya.

    Sejauh ini, Pakistan mencatat lebih dari 850 ribu infeksi Covid-19 dengan 18.600 kematian. Namun, kapasitas tes yang terbatas serta minimnya sistem kesehatan membuat banyak pihak khawatir jumlah sebenarnya kasus Covid-19 di Pakistan lebih tinggi dari data resmi.

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id