Keberhasilan Tiongkok dalam Perang Melawan Pandemi Korona

    Harianty - 24 Maret 2020 19:11 WIB
    Keberhasilan Tiongkok dalam Perang Melawan Pandemi Korona
    Warga Tiongkok menari di Provinsi Liaoning, menandakan wabah korona mereda. Foto: AFP
    Beijing: Saat ini, pandemi virus korona covid-19 di luar Tiongkok menyebar dengan cepat. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menyatakan bahwa Eropa sekarang menjadi pusat epidemi, dan semakin banyak negara telah menyatakan keadaan darurat.

    Berbeda dengan Tiongkok, Juru Bicara Komite Kesehatan Nasional Republik Rakyat Tiongkok Mi Feng mengatakan bahwa pihaknya telah melewati puncak epidemi saat ini. Jumlah kasus baru terus menurun, dan epidemi tetap pada tingkat yang rendah.

    Seperti dilaporkan situs Haiwainet, Senin, 23 Maret 2020, media utama internasional menaruh perhatian besar terhadap ini. Sebuah posting media asing menunjukkan bahwa “Tiongkok telah mencapai sukses besar dalam mengalahkan epidemi ini."

    Wabah dikendalikan


    UN News pada laporannya 16 Maret menerbitkan hasil wawancara dengan Dr. Gordon Galea, Perwakilan WHO di Tiongkok. Gordon Galea menyebutkan dalam laporan bahwa jumlah kasus covid-19 di Tiongkok menurun, menunjukkan bahwa situasi pandemi telah berubah.

    "Epidemi di Tiongkok telah berhasil diatasi yang saat ini sedang berkembang, dari data yang telah kami peroleh dan hasil yang kami amati di seluruh masyarakat Tiongkok, dapat dengan jelas menunjukkan hal ini," kata Galea.


    Media akui capaian Tiongkok


    Berbagai media internasional mengakui keberhasilan Negeri Tirai Bambu dalam perangnya melawan covid-19. Media Barat pun memberikan pengakuan.

    “Tiongkok telah sukses luar biasa dalam mengalahkan epidemi ini," kata koresponden sains dan kesehatan New York Times, Donald McNeill Jr.

    The New York Times pada laporannya 16 Maret 2020 mengatakan, bahwa setelah sekitar dua bulan pencegahan dan pengendalian epidemi, Tiongkok telah membalikkan situasi dan kehidupan masyarakat secara bertahap kembali normal.

    CNN mengatakan bahwa berkat langkah-langkah pencegahan dan pengendalian yang aktif, situasi epidemi berhasil distabilkan dalam beberapa pekan terakhir.

    Situs berita politik Politico mengutip Direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular Anthony Fauci yang mengatakan bahwa setelah mengalami tahap terburuk, pandemi covid-19 di Tiongkok dengan cepat memudar.

    Ekonomi Tiongkok memulih


    Situasi pandemi telah membaik secara nyata, dengan kondusif secara bertahap mengembalikan irama normal kehidupan ekonomi. Untuk Tiongkok dikedepannya, komunitas internasional menunjukkan kepercayaan diri.

    Situs Russia Today melaporkan pada 17 Maret bahwa para ahli percaya bahwa ekonomi Tiongkok mungkin memasuki fase akselerasi pada paruh kedua tahun ini.

    Anton Pokatovi?, kepala analis perusahaan broker sekuritas BKS Rusia, mengatakan kepada Russia Today, "Dalam satu setengah bulan, Tiongkok telah berhasil menahan epidemi melalui langkah-langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya dan mengurangi risiko penyebaran epidemi lebih lanjut di negara itu”.

    "Berbagai pembatasan telah sangat melemahkan antusiasme produksi, tetapi pemerintah sengaja memperlambat ekonomi untuk mengalahkan virus. Sekarang, Tiongkok telah menjadi negara pertama yang hampir mengatasi epidemi ini, yang memungkinkannya untuk dengan cepat memulihkan ketahanannya yang hilang,” ujar Pokatovic.


    Memutus rantai infeksi impor


    Tiongkok saat ini sedang bekerja keras mengatasi penularan wabah dari luar negeri. Selain itu pemerintah setempat juga mempromosikan ekspansi konsumsi dan peningkatan kualitas dari enam aspek, termasuk mengoptimalkan pasokan pasar domestik, meningkatkan daya saing barang dan jasa dalam negeri secara komprehensif, memperkuat pembangunan merek independen, meningkatkan pasokan barang impor, dan lebih jauh meningkatkan kebijakan industri bebas bea.

    Kini. jumlah kematian akibat infeksi virus covid-19 di luar Tiongkok melebihi jumlah di pusat wabahnya sendiri. Pusat pandemi sekarang adalah Amerika Serikat dan Eropa.

    Pada saat puncak pandemi di Tiongkok telah berlalu dan situasi pencegahan dan pengendalian terus meningkat, jumlah kasus yang dikonfirmasi di luar negeri telah meningkat dengan cepat.

    Ketika penumpang yang terinfeksi virus tiba di pusat transportasi utama di Tiongkok seperti Beijing, Shanghai, Guangzhou, dan Shenzhen, jumlah kasus dari luar negeri yang baru dikonfirmasi di Tiongkok melebihi jumlah kasus yang didiagnosis dalam negeri. Hal ini terkonfrimasi selama lima hari berturut-turut.

    Virus dari luar negeri telah menjadi ancaman utama bagi pencegahan dan pengendalian pandemi di Tiongkok. Kini sangat penting untuk meningkatkan pengawasan.

    CNN mengatakan bahwa dengan penyebaran epidemi global dan peningkatan kasus impor di luar negeri, Tiongkok terus memperkuat langkah-langkah pencegahan dan pengendaliannya untuk memutus rantai penularan dari luar negeri. Sejumlah media internasional, termasuk BBC dan Asia News Singapura, telah melaporkan langkah-langkah pemerintahan Presiden Xi Jinping untuk mengendalikan virus dari luar negeri.




    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id