Jaga Jarak Efektif Turunkan Angka Infeksi Covid-19 di Australia

    Marcheilla Ariesta - 26 Juni 2020 21:15 WIB
    Jaga Jarak Efektif Turunkan Angka Infeksi Covid-19 di Australia
    Warga Australia disiplin menjaga jarak. Foto: AFP.
    Jakarta: Asisten Bendahara Bayangan Australia Stephen Jones mengatakan memahami Indonesia masih berupaya meratakan kurva akibat infeksi virus korona (covid-19). Menurutnya, hal sama juga dialami negaranya meskipun angka infeksi di negara mereka sudah menurun.

    "Keberhasilan Australia dalam meratakan kurva infeksi (covid-19) hanyalah langkah pertama. Kesuksesan jangka panjang kita tetap akan bergantung pada negara-negara tetangga kita," kata Jones dalam Konferensi Digital Bilateral antara Nasdem dan Partai Buruh Australia, Jumat 26 Juni 2020.

    Dia mengatakan faktor terbesar yang membantu menurunkan kurva infeksi di negaranya adalah disiplin dalam menjaga jarak sosial. "Menggunakan masker, tidak membuat kerumunan, saling menjaga jarak sekitar 1,5 meter, merupakan cara paling efektif dalam menurunkan angka infeksi," tuturnya.

    Awalnya, masyarakat Australia bisa menerima lockdown yang diterapkan pemerintah. Namun, karena ekonomi juga ikut merosot yang mengakibatkan banyaknya pengangguran akibat bisnis yang kolaps, masyarakat mendesak pemerintah membuka penguncian wilayah.

    Meski demikian, Australia terhindar dari krisis di segi kesehatan. Pasalnya, sistem kesehatan mereka didanai publik yang menurutnya sangat efektif untuk menghindari krisis.

    Namun, imbuh dia, tentu saja ada imbas ekonomi dan sosial yang dihadapi di tengah pandemi. Semua negara, katanya, pasti merasakan hal sama.

    "Kita melihat bahwa imbas ekonomi dan sosial itu pasti ada saat kita melakukan lockdown. Ini membuat ekonomi kolaps dan tentunya pemerintah jadi dilema untuk mengambil kebijakan," imbuhnya.

    Karenanya, John berharap kerja sama Indonesia-Australia tetap tumbuh di tengah pandemi ini. Menurutnya, pengembangan hubungan ekonomi sangat penting untuk pemulihan ekonomi itu sendiri.

    "Kita akan membutuhkan kemitraan yang kuat dan berkembang seperti kemitraan yang kita miliki sekarang," terangnya.

    Dia menambahkan, pentingnya membangun kembali hubungan dagang untuk membantu kedua negara bangkit kembali.

    "Saya berharap bersama-sama kita dapat menemukan jalan kerja sama baru," pungkasnya.



    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id