Armenia Gagalkan Upaya Pembunuhan terhadap Perdana Menteri

    Willy Haryono - 15 November 2020 09:34 WIB
    Armenia Gagalkan Upaya Pembunuhan terhadap Perdana Menteri
    PM Armenia Nikol Pashinyan. (AFP)
    Yerevan: Agensi intelijen Armenia mengaku telah berhasil menggagalkan upaya pembunuhan terhadap Perdana Menteri Nikol Pashinyan. Rencana pembunuhan ini dirancang seorang tersangka yang diketahui memiliki pandangan anti-pemerintah.

    Badan Keamanan Nasional Armenia mengatakan, sejumlah senjata dengan amunisi dan bahan peledak ditemukan di rumah tersangka yang berada di wilayah Syunik.

    "Kejahatan serius ini berhasil diungkap dan dicegah oleh Badan Keamanan Nasional," ujar pernyataan otoritas Armenia, dilansir dari laman Anadolu Agency pada Minggu, 15 November 2020.

    Intelijen Armenia mengindikasikan bahwa tersangka bersekongkol dengan beberapa politisi di Armenia dan Nagorno Karabakh untuk membunuh Pashinyan demi merebut kekuasaan.

    Beberapa tokoh dan anggota partai oposisi di Armenia telah ditahan atas dugaan terlibat dalam rencana pembunuhan tersebut.

    Artur Vanetsyan, mantan kepala badan intelijen Armenia sekaligus ketua partai Fatherland Party, juga ditahan atas tuduhan rencana membunuh Pashinyan dan mengambil alih kekuasaan.

    Sementara itu, warga Armenia berunjuk rasa usai Pashinyan mengakui kekalahannya dari Azerbaijan dalam konflik bersenjata di Nagorno-Karabakh.

    Armenia dan Azerbaijan telah bersitegang sejak 1991. Kala itu, militer Armenia menguasai Nagorno-Karabakh, walau wilayah tersebut diakui komunitas global sebagai bagian dari Azerbaijan.

    Pertempuran terbaru di Nagorno-Karabakh meletus pada 27 September. Kedua kubu telah menyepakati beberapa gencatan senjata, namun selalu berakhir gagal. Namun gencatan senjata terbaru diyakini bertahan usai Azerbaijan merebut Shusha, kota kedua terbesar di Nagorno-Karabakh.

    Gencatan senjata terbaru Armenia-Azerbaijan disepakati pada 10 November, yang merupakan hasil mediasi dari Rusia. Kedua negara sepakat mengakhiri pertempuran dan berupaya bergerak menuju resolusi komprehensif.

    Turki menyambut baik gencatan senjata ini sebagai "kemenangan besar" bagi Azerbaijan.

    Baca:  Penjaga Perdamaian Rusia Dikerahkan ke Nagorno-Karabakh

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id