comscore

Duduki Afghanistan, Ini Profil 4 Pemimpin Tertinggi Taliban

Cindy - 18 Agustus 2021 13:04 WIB
Duduki Afghanistan, Ini Profil 4 Pemimpin Tertinggi Taliban
Militan Taliban berpatroli di Kabul. Foto:AFP
Kabul: Kelompok militan Taliban telah menguasai Afghanistan dengan merebut Ibu Kota Kabul pada Minggu, 15 Agustus 2021. Taliban dikabarkan hendak mendeklarasikan status Negara Emirat Islam di Afghanistan dari istana kepresidenan. 

Namun hingga kini, Taliban belum juga mengeluarkan pengumuman tersebut. Dunia bertanya-tanya bagaimana kelompok ini akan memerintah setelah menyingkirkan pasukan asing yang dipimpin Amerika Serikat. 
Kekuasaan Taliban dari 1996-2001 dikenal sangat brutal. Taliban dapat melakukan eksekusi di tempat umum dan sangat membatasi kebebasan bagi perempuan dan anak perempuan. 

Baca: Taliban Berjanji Lindungi Hak-Hak Perempuan di Afghanistan

Berikut profil para pemimpin utama Taliban, dikutip dari berbagai sumber.

Mullah Haibatullah Akhundzada

Haibatullah Akhundzada merupakan pemimpin tertinggi Taliban. Akhundzada lahir di distrik Panjwayi dari Provinsi Kandahar Afghanistan pada 1961. 

Akhundzada bergabung dengan Taliban pada 1994 dan menjadi salah satu anggota pertama yang bergabung dengan kelompok tersebut. Dia tak memiliki pengalaman banyak di bidang militer. Sejak menjadi pemimpin de facto Taliban, dia bekerja untuk meningkatkan keuangan kelompok bersenjata tersebut. 

Akhundzada melakukan berbagai cara untuk mendapatkan uang melalui perdagangan narkotik, sembari berupaya menyatukan fraksi-fraksi kelompok dan mengonsolidasikan kekuatan.

Mullah Abdul Ghani Baradar

Abdul Ghani Baradar dikenal sebagai pemimpin politik tertinggi Taliban dan wajah paling populer dari kelompok ekstrimis bersenjata itu. Baradar diketahui lahir di desa Weetmak di distrik Dehrawood, provinsi Uruzgan Afghanistan, pada 1968. 

Dia dikenal sebagai bagian dari cabang Popalzai dari suku Durrani. Baradar memegang tanggung jawab penting di hampir semua perang besar di Afghanistan. 

Dia pernah ditangkap dalam serangan gabungan AS-Pakistan di Karachi pada Februari 2010. Dia kemudian dibebaskan pada 2018 dan dipindahkan ke Qatar, setelah Presiden Donald Trump mengajukan permintaan tersebut sebagai bagian dari persetujuan damai. 

Baca: Kuasai Kabul, Taliban Belum Juga Umumkan Negara Emirat Islam

Mullah Mohammad Yaqoob

Mohmmad Yaqoob adalah putra tertua pendiri Taliban, Mohammad Omar. Yaqoob merupakan kepala organisasi militer Taliban pada 2020.

Yaqoob tergolong wajah baru dalam kelompok ini yang dengan cepat terkenal setelah kematian ayahnya pada 2013. Yaqoob ditugaskan untuk bertanggung jawab atas komisi militer di 15 dari 34 provinsi Afghaniskan. 

Yaqoob diketahui sebagai anggota Taliban yang moderat. Ketika Taliban berhasil menguasai sejumlah wilayah Afghanistan, Yaqoob mendesak para pejuang Taliban tidak menyakiti anggota militer dan pemerintah Afghanistan. 

Yaqoob memastikan Taliban tak menjarah rumah-rumah kosong dan memastikan pasar serta toko tetap berfungsi. 

Sirajuddin Haqqani

Sirajuddin Haqqani menjabat sebagai wakil pemimpin di bawah komandan tertinggi Taliban, Haibatullah Akhundzada. Dia juga menjabat sebagai panglima militer baru pemberontak. 

Haqqani merupakan putra Jalaluddin Haqaani, pendiri jaringan Haqqani, sebuah cabang dari Taliban yang ditetapkan sebagai kelompok teroris oleh Amerika Serikat. Pemberantasan jaringan Haqqani menjadi prioritas utama misi koalisi pasukan pimpinan Amerika Serikat di Afghanistan. 

Jaringan Haqqani dikenal dengan pemboman mematikan. Haqqani pernah memimpin pertempuran bersenjata melawan pasukan Amerika dan koalisi di Pakistan. 

Dia pernah diburu FBI untuk dinterogasi terkait serangan pada 2008 di sebuah hotel di Kabul. Kejadian itu menewaskan enam orang, termasuk satu warga Amerika Serikat. 

(MBM)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id