comscore

Invasi Rusia ke Ukraina Jadi Momentum Tiongkok Dominasi Indo-Pasifik

Marcheilla Ariesta - 09 Maret 2022 21:56 WIB
Invasi Rusia ke Ukraina Jadi Momentum Tiongkok Dominasi Indo-Pasifik
Tiongkok disebut akan kuasai Indo-Pasifik untuk mengambil kekuatan dunia dari AS./AFP
Sydney: Direktur Jenderal Kantor Intelijen Nasional Australia, Andrew Shearer mengatakan, Tiongkok berencana mendominasi kawasan Indo-Pasifik. Langkah akan diambil di tengah invasi Rusia ke Ukraina.

Ia menuturkan, kawasan Indo-Pasifik akan digunakan Tiongkok sebagai basis untuk mengambil alih Amerika Serikat (AS) sebagai kekuatan utama dunia.
Komentar tersebut memperkuat peringatan bahwa invasi Rusia ke Ukraina, yang telah mendapat kecaman hampir universal oleh Barat, dapat menyebar ke dalam konflik regional atau global.

"Kita harus bekerja lebih keras untuk mempertahankan kualitas liberal dari tatanan berbasis aturan di Eropa dan di sini di kawasan Indo-Pasifik," kata Shearer, dilansir dari Malay Mail, Rabu, 9 Maret 2022.

"Kami melihat seorang pemimpin yang benar-benar berjuang dan mengeraskan negaranya untuk perjuangan ini untuk mengambil alih Amerika Serikat sebagai kekuatan utama dunia," tambahnya, merujuk pada Presiden Tiongkok Xi Jinping.

Baca juga: PM Australia Desak Tiongkok Gabung dalam Upaya Hentikan Invasi Rusia ke Ukraina

Shearer mengatakan, ancaman geopolitik akan berpusat di sekitar teknologi, termasuk penggunaan serangan dunia maya. Karenanya, Australia harus memperkuat pertahanan dunia maya tanpa menutup diri dari perdagangan dan berbagi informasi.

"Kami membutuhkan ekonomi terbuka yang tumbuh sehingga kami dapat mendanai peningkatan pengeluaran pertahanan yang menjadi komitmen pemerintah, tetapi ini tidak dapat menjadi trade-off nol antara ekonomi dan keamanan," tuturnya.

Ia mengaku terkejut dengan efektivitas perlawanan Ukraina terhadap pasukan Rusia. Namun, ia meramalkan sulit melihat Rusia 'menang'.

Kremlin menggambarkan tindakannya sebagai 'operasi khusus' untuk melucuti senjata Ukraina dan menggulingkan para pemimpin yang disebutnya neo-Nazi. Ukraina dan sekutu Barat menyebut ini sebagai dalih tak berdasar untuk perang pilihan yang telah menimbulkan kekhawatiran akan konflik yang lebih luas di Eropa.

(FJR)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id