Indonesia Ajukan Calon untuk Posisi Sekjen Colombo Plan

    Willy Haryono - 15 Agustus 2021 18:03 WIB
    Indonesia Ajukan Calon untuk Posisi Sekjen Colombo Plan
    Dubes Indonesia untuk Sri Lanka I Gusti Ngurah Ardiyasa. (KBRI Colombo)



    Kolombo: Indonesia siap memberikan kontribusi lebih besar dalam kerja sama Colombo Plan. Untuk itu, Indonesia telah mengajukan calon terbaik untuk mengisi jabatan Sekjen Colombo Plan selanjutnya. Hal ini ditegaskan Duta Besar Indonesia untuk Sri Lanka, I Gusti Ngurah Ardiyasa, Ketua Delegari RI pada Colombo Plan Consultative Committee Meeting ke-47 yang diselenggarakan secara daring di Kolombo, 10-12 Agustus 2021.

    Calon tersebut adalah Bapak Dian Wirengjurit, seorang diplomat senior dan mantan Dubes RI untuk Iran.

     



    "Indonesia kini telah menjadi pemain kunci dalam pembangunan internasional khususnya dalam konteks Global South Cooperation termasuk melalui wadah Colombo Plan (CP) yang didirikan untuk mendukung pembangunan ekonomi dan sosial negara-negara berkembang anggotanya," ujar Dubes Ardiyasa, dalam keterangan di situs Kemenlu RI, Sabtu, 14 Agustus 2021.

    Menurut Dubes Ardiyasa, di bawah kerangka Kerja Sama Selatan-Selatan, Indonesia telah melaksanakan lebih dari seribu program kerja sama yang dikuti lebih dari 10 ribu peserta dari berbagai negara. Khusus melalui CP, sejak  tahun 2018, Indonesia telah menyelenggarakan tujuh program pelatihan yang dikuti 158 peserta dari 19 negara anggota. 

    Baca: Dubes RI Sambut Baik Penandatanganan KSST Indonesia–Colombo Plan

    Ke depan, Indonesia tetap berkomitmen untuk memberi dukungan lebih besar lagi dan sebagai wujud komitmen ini, Indonesia telah menandatangani MoU dengan Sekretariat CP pada Maret 2021 untuk menyelenggarakan program kerja sama dari 2021 hingga 2024.

    Sebagai sebuah negara berkembang yang aktif dalam memajukan South-South Cooperation, Indonesia melihat Colombo Plan sebagai forum yang dapat memajukan program kerja sama teknik negara berkembang (Technical Cooperation among Developing Countries) di kawasan Asia Pasifik. Jika sebelumnya, Indonesia berperan sebagai penerima manfaat program-program CP, saat ini Indonesia aktif menjadi negara penyelenggara program kerja sama teknik melalui bendera CP.

    ?Colombo Plan didirikan tahun 1951 untuk mendukung pembangunan ekonomi dan sosial negara anggota, memajukan kerja sama teknik serta membantu alih teknologi antar negara anggota, dan berbagi pengalaman pembangunan antar negara anggota dengan penekanan pada konsep kerja sama Selatan-Selatan. Fokus kegiatan Colombo Plan adalah pembangunan sumber daya manusia di kawasan Asia dan Pasifik. 

    Pada pertemuan CCM ke-47, para pejabat tinggi negara anggota CP telah membahas masalah pembangunan dan ekonomi di kawasan, kemajuan kerja sama selama beberapa tahun terakhir dan prioritas kegiatan untuk dua tahun ke depan.


    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id