Masuk Wilayah Korsel, Pria Korut Tak Terdeteksi Selama Berjam-jam

    Willy Haryono - 24 Februari 2021 08:44 WIB
    Masuk Wilayah Korsel, Pria Korut Tak Terdeteksi Selama Berjam-jam
    Prajurit Korsel bersiaga di area dekat Zona Demiliterisasi atau DMZ pada 15 Desember 2020. (Jung Yeon-je/AFP)



    Seoul: Seorang pria Korea Utara tak terdeteksi selama berjam-jam usai memasuki wilayah Korea Selatan melalui area perbatasan Zona Demiliterisasi (DMZ). Pasukan Korsel tidak menyadari keberadaannya meski pria itu terlihat delapan kali di kamera pengawas CCTV dan bahkan sempat memicu alarm.

    Dikutip dari laman BBC pada Rabu, 24 Februari 2021, pria yang tak disebutkan namanya itu disebut telah berenang dari Korut ke Korsel dengan mengenakan pakaian selam. Dari sana, ia berjalan lima kilometer dan tak terdeteksi selama tiga jam.




    Ia sempat memasuki sebuah terowongan pembuangan di DMZ usai berenang. Pasukan Korsel bahkan tidak tahu keberadaan terowongan itu sebelumnya.

    Detail terbaru mengenai masuknya seorang pria Korut disampaikan dalam laporan Kepala Staf Gabungan Korsel (JCS). Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi pada 16 Februari lalu.

    JCD menolak mengidentifikasi pria tersebut, dan saat ini sedang menyelidiki apakah ia sedang mencoba membelot.

    Baca:  Korsel Tangkap Pembelot yang Hendak Pulang ke Korut

    Tidak diketahui dari titik mana pria itu berangkat, namun ia tiba di area pesisir Korsel dengan memakai pakaian selam pada pukul 01.05. Area tersebut dekat kota perbatasan Goseong.

    Menurut laporan JCS, ia menyembunyikan pakaian selamnya di bawah batu, kemudian mengikuti kawat berduri di sepanjang pantai. Dari sana ia memasuki terowongan pembuangan dan menyeberang menuju DMZ.

    Pria itu kemudian bergerak di sepanjang DMZ selama lebih dari 5 kilometer hingga pukul 04.16. Pasukan Korsel baru mengetahui keberadaan pria tersebut usai kemunculan kali kesembilan di kamera pengawas.

    Pasukan Korsel baru menemukan pria itu pada pukul 07.27. Laporan JCS menyebutkan bahwa pria itu sedang mencari warga sipil untuk menyerahkan diri. Ia mengaku khawatir jika yang ditemuinya adalah prajurit, maka ia akan dipulangkan ke Korut.

    Seorang pejabat JCS mengatakan kepada Yonhap bahwa prajurit yang sedang bertugas saat itu mengira bunyi alarm saat kejadian diakibatkan adanya kesalahan sistem.

    Ini merupakan peristiwa serupa untuk kali kedua dalam empat bulan terakhir. Peristiwa ini menimbulkan pertanyaan mengenai keamanan di area DMZ.

    Setelah seorang mantan pesenam Korut membelot tahun lalu dengan melompat pagar, militer Korsel mengumumkan akan memeriksa semua sensor di area perbatasan.

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id