India Larang Ekspor Vaksin Covid-19

    Marcheilla Ariesta - 04 Januari 2021 14:43 WIB
    India Larang Ekspor Vaksin Covid-19
    Vaksin covid-19 yang dikembangkan University of Oxford bersama AstraZeneca. (AFP)
    New Delhi: India melarang produsen vaksin terbesar di dunia, Serum Institute of India, mengekspor vaksin virus korona (covid-19) yang dikembangkan University of Oxford bersama AstraZeneca selama beberapa bulan ke depan.

    Serum Institute telah dikontrak pemerintah untuk membuat 1 miliar dosis vaksin Oxford-AstraZeneca untuk India.

    Di tengah kebijakan negara-negara kaya yang mencadangkan pasokan vaksin covid-19 mereka sepanjang tahun ini, Serum Institute kemungkinan akan menyalurkan sebagian besar vaksin covid-19 untuk negara-negara berkembang.

    Vaksin Oxford-AstraZeneca sudah mendapat izin penggunaan darurat oleh regulator India pada Minggu kemarin.

    "Otorisasi diberikan dengan syarat Serum Institute tidak mengekspor vaksin untuk memastikan populasi yang rentan di India terlindungi," kata CEO Serum Institute of India, Ada Poonawalla.

    "Kami hanya bisa memberikan (vaksin) kepada pemerintah India saat ini," imbuhnya, dilansir dari laman Channel News Asia pada Senin, 4 Januari 2021.

    Baca:  Dua Dosis Vaksin Covid-19 Oxford-AstraZeneca Picu Respons Imun Baik

    Karena adanya larangan ekspor ini, vaksin buatan Serum Institute untuk COVAX baru akan dimulai sekitar Maret atau April mendatang. COVAX merupakan inisiatif untuk memastikan semua orang di dunia mendapat akses vaksin covid-19 secara merata. Inisiatif ini dibentuk oleh WHO, aliansi vaksin GAVI, dan juga CEPI.

    Poonawalla mengatakan, Serum Institute saat ini sedang dalam proses penandatanganan kontrak yang lebih besar dengan COVAX untuk 300-400 juta dosis vaksin. Ini berbeda dari dua kesepakatan yang sudah ada, yakni masing-masing 100 juta dosis untuk vaksin Oxford-AstraZeneca dan Novovax.

    Menurutnya, kesepakatan itu akan diselesaikan dalam beberapa pekan mendatang. Ia menambahkan, 100 juta dosis pertama vaksin covid-19 telah dijual ke Pemerintah India dengan harga khusus.

    Serum Institute berencana memberikan 200-300 juta dosis vaksin covid-19 untuk COVAX pada Desember 2021. Poonawalla mengakui bahwa perusahaannya harus mampu menyeimbangkan distribusi vaksin covid-19 untuk India dan juga COVAX.


    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id