Kasus Covid-19 di Selandia Baru Melonjak Jelang Lockdown

    Willy Haryono - 24 Maret 2020 09:29 WIB
    Kasus Covid-19 di Selandia Baru Melonjak Jelang <i>Lockdown</i>
    PM Selandia Baru Jacinda Ardern. (Foto: AFP/Sanka VIDANAGAMA)
    Wellington: Satu hari menjelang penutupan menyeluruh atau lockdown di Selandia Baru pada Rabu 25 Maret besok, jumlah kasus virus korona (covid-19) di negara tersebut bertambah hampir dua kali lipat dalam kurun waktu 24 jam. Lewat tambahan 40 kasus baru, total infeksi covid-19 di Selandia Baru mencapai 155.

    Direktur Jenderal Kesehatan Selandia Baru, Dr Ashley Bloomfield, mengatakan bahwa empat dari 40 kasus baru covid-19 berasal dari penularan di tengah masyarakat lokal. Terdapat pula enam pasien baru yang dirawat di rumah sakit, namun mereka bukan di unit gawat darurat.

    Peningkatan jumlah kasus terjadi saat Selandia Baru bersiap memasuki lockdown untuk satu bulan ke depan. Penambahan kasus juga terjadi saat panic buying atau kegiatan belanja secara berlebihan, terjadi di tengah masyarakat.

    Polisi dikerahkan ke sejumlah supermarket untuk merespons pertengkaran antar warga yang berebut kebutuhan pokok. Antrean panjang juga terlihat di sejumlah toko senjata api dan peralatan berburu.

    Dilansir dari Guardian, Selasa 24 Maret 2020, Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern menyadari bahwa kebijakan lockdown ini memang berat, namun diperlukan demi menyelamatkan nyawa dan meringankan beban sistem kesehatan negara.

    "Jika penularan antar masyarakat meningkat di Selandia Baru, maka jumlah kasusnya bisa bertambah dua kali lipat setiap lima hari. Jika itu terjadi, maka sistem kesehatan kita akan sangat kewalahan, dan puluhan ribu warga Selandia Baru akan meninggal," ungkap PM Ardern.

    "Ini adalah realitas yang mungkin terjadi. Bersama-sama, kita harus menghentikan hal tersebut," lanjutnya.

    Sementara itu, Inggris baru saja memberlakukan lockdown pada Senin malam. Lewat aturan ini, semua warga Inggris dilarang keluar rumah kecuali untuk urusan-urusan mendesak, seperti membeli makanan atau obat-obatan.

    Selain Inggris, sejumlah negara lain telah menerapkan lockdown, mengikuti Italia yang pertama kali menerapkan kebijakan tersebut.




    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id