comscore

Badan Amal Inggris Serukan Donasi Musim Dingin untuk Afghanistan

Medcom - 15 Desember 2021 17:30 WIB
Badan Amal Inggris Serukan Donasi Musim Dingin untuk Afghanistan
Aktivitas di sebuah pasar di kota Kabul, Afghanistan. (AFP)
London: Komite Darurat Bencana Inggris (DEC) meluncurkan seruan donasi untuk jutaan warga Afghanistan jutaan yang dikhawatirkan sedang berada di ambang kelaparan. Donasi ini diharapkan mampu membantu masyarakat Afghanistan melewati musim dingin 2021.

Dilansir dari BBC News, Rabu, 15 Desember 2021, sebanyak 15 lembaga bantuan Inggris, termasuk Oxfam, Christian Aid, Islamic Relief, dan Palang Merah Inggris (British Red Cross), akan meminta masyarakat untuk beramai-ramai berdonasi.

 



DEC merupakan komite yang menyatukan berbagai badan amal bantuan terkemuka di Inggris dalam menyediakan dan memberikan bantuan kepada pihak tertentu. Selain keempat badan amal tersebut, terdapat juga Save the Children UK, Age International, dan Cafod.

Pandemi Covid-19, konflik, dan kekeringan di Afghanistan telah membawa negara tersebut ke "titik kritis." DEC mengatakan, sekitar satu juta anak di bawah usia lima tahun di Afghanistan terancam meninggal dunia di tengah musim dingin tahun ini.

Nantinya, Pemerintah Inggris akan menggandakan jumlah sumbangan publik untuk Afghanistan, hingga total nilai mencapai Rp189,6 miliar. DEC mengatakan 8 juta warga Afghanistan berisiko mengalami kelaparan.

Secara total, 22 juta warga Afghanistan -- atau lebih dari setengah populasi negara tersebut -- tidak memiliki cukup makanan. Tiga juta balita di Afghanistan juga diestimasi akan menderita gizi buruk akut.

Terdapat urgensi untuk menyalurkan bantuan ke Afghanistan karena suhu di negara tersebut dapat turun ke angka minus 12 derajat Celcius. Krisis ekonomi Afghanistan juga diperburuk pencabutan dukungan keuangan dari sejumlah negara Barat setelah kelompok Taliban merebut kembali kekuasaan pada Agustus lalu.

Baca:  Taliban Sebut Krisis Kemanusiaan Afghanistan Terjadi Sebelum Mereka Berkuasa

Selain itu, kekeringan parah yang terburuk dalam lebih dari 25 tahun terakhir juga telah merusak sebagian besar tanaman gandum di Afghanistan. Minimnya pasokan membuat harga gandum melonjak tajam.

Kepala Eksekutif DEC, Saleh Saeed mengatakan, situasi di Afghanistan kini sudah "sangat memprihatinkan."

"Kita tidak bisa hanya duduk diam dan menonton. Kita tidak bisa membiarkan ini terjadi begitu saja," pungkasnya. (Nadia Ayu Soraya)


(WIL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id