Tren Penurunan Kasus Korona di Korsel Berlanjut

    Willy Haryono - 15 Maret 2020 10:01 WIB
    Tren Penurunan Kasus Korona di Korsel Berlanjut
    Sekelompok pekerja medis berpakaian pelindung meninggalkan rumah sakit penanganan korona di Daegu, Korsel. (Foto: Yonhap/AFP/Getty Images)
    Seoul: Tren penurunan jumlah kasus baru virus korona covid-19 di Korea Selatan terus berlanjut hingga hari ini, Minggu 15 Maret 2020. Dikutip dari Guardian, hari ini Korsel melaporkan tambahan 76 kasus baru covid-19, turun dari 107 pada Sabtu kemarin.

    Angka 107 pada Sabtu kemarin jauh lebih sedikit dari jumlah pasien sembuh dari covid-19, yakni 204. Satu hari sebelumnya, jumlah pasien sembuh korona di Korsel mencapai 177, sedangkan kasus barunya 110.

    Sabtu kemarin, Perdana Menteri Korsel Chung Sye-kyun menegaskan bahwa upaya memerangi covid-19 di Negeri Gingseng terus diperluas meski terjadi tren penurunan jumlah kasus.

    Ia menyerukan masyarakat Korsel untuk tetap waspada usai munculnya klaster infeksi korona di beberapa wilayah, termasuk Seoul. PM Chung juga memperingatkan adanya kemunculan masuknya covid-19 dari negara lain.

    Berdasarkan data terbaru Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KCDC), total kasus covid-19 di Korsel mencapai 8.162 dengan 75 kematian.

    Penurunan jumlah kasus dan kematian akibat covid-19 juga terus terjadi di Tiongkok. Wuhan, kota di Tiongkok tempat pertama terdeteksinya covid-19, melaporkan tambahan jumlah kasus yang sangat kecil pada Jumat kemarin, yakni 11. Satu hari sebelumnya, kasus baru covid-19 hanya bertambah lima.

    Jumlah kasus covid-19 di Tiongkok kini lebih banyak yang berasal dari luar negeri. Dari 20 kasus terbaru korona di Tiongkok pada Sabtu kemarin, 16 berasal dari orang yang masuk ke Negeri Tirai Bambu dari luar negeri. Empat kasus lainnya muncul di Wuhan.

    Dari 16 kasus 'korona impor' di Tiongkok, lima ditemukan di Beijing dan tiga di Shanghai. Provinsi Zhejiang, Gansu, dan Guangdong, masing-masing melaporkan empat, tiga, dan satu kasus.

    Kasus di Shanghai melibatkan seorang warga Tiongkok yang tinggal di Milan, Italia. Ia kembali ke Tiongkok via Frankfurt pada 12 Maret. Italia adalah negara terparah terdampak korona di benua Eropa.

    Sementara untuk Gansu, salah satu kasusnya berasal dari penerbangan sewaan asal Iran, dan dua lainnya dari Arab Saudi.




    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id