Infeksi Covid-19 di Jepang dan Australia Lampaui 1.000

    Willy Haryono - 21 Maret 2020 13:02 WIB
    Infeksi Covid-19 di Jepang dan Australia Lampaui 1.000
    Warga mengenakan masker di Ginza, Tokyo, Jepang, di tengah kekhawatiran covid-19. (Foto: AFP)
    Tokyo: Total jumlah kasus penyakit virus corona (covid) di Jepang dan Australia melonjak melampaui 1.000 per hari ini, Sabtu 21 Maret 2020. Jumlah infeksi di Jepang 1.016, sementara Australia 1.049.

    Menurut laporan kantor berita NHK, jumlah infeksi covid-19 di Jepang sebenarnya mencapai 1.728 jika data kasus dari kapal pesiar Diamond Princess turut dimasukkan.

    Meski terjadi lonjakan, Jepang mulai melonggarkan beberapa kebijakan yang diterapkan di tengah pandemi covid-19. Jumat kemarin, otoritas pendidikan Jepang mengaku tidak akan memperpanjang masa libur sekolah. Kegiatan belajar mengajar dijadwalkan dimulai kembali April mendatang.

    Penyelenggara Olimpiade Tokyo juga berlangsung kali menegaskan bahwa ajang olahraga tersebut akan berlangsung sesuai jadwal, yakni mulai 24 Juli mendatang. Padahal, sejumlah turnamen olahraga dan babak kualifikasi di seluruh dunia telah ditunda atau dibatalkan akibat pandemi covid-19.

    Sementara itu, Pemerintah Australia mengonfirmasi total 1.049 infeksi covid-19 dengan tujuh kematian. Merespons lonjakan kasus, otoritas Australia berencana menutup ruang-ruang publik seperti pantai wisata, termasuk Bondi Beach yang selama ini ramai dikunjungi wisatawan.

    "Kami menutup pantai (Bondi Beach) bukan karena ingin merusak kesenangan warga, tapi demi menyelamatkan nyawa," ujar Menteri Kepolisian New South Wales, David Elliot.

    "Jika masyarakat tidak mematuhi regulasi dan peringatan kesehatan ini, maka dikhawatirkan akan menjadi sesuatu yang normal (di tengah pandemi covid-19). Maka dari itu, kami harus menutupnya," lanjut dia.

    Dilansir dari Guardian, Elliot menegaskan Bondi Beach akan ditutup total jika jumlah orang yang ada di pantai tersebut melampaui 500 orang. Jika wisatawan melanggar aturan tersebut, maka ia akan mengerahkan aparat keamanan.

    Pengumuman dari Elliot disampaikan usai munculnya sejumlah foto yang memperlihatkan warga Australia melanggar kebijakan social distancing. Banyak dari mereka, berjumlah hingga ribuan, bersantai di beberapa pantai Australia pada Jumat 20 Maret.

    Berdasarkan data terbaru Universitas Johns Hopkins, total kasus covid-19 di kancah global telah melampaui 275 ribu. Sementara angka kematian akibat covid-19 dari 166 negara mencapai 11.399, dengan jumlah pasien sembuh menyentuh angka 88.256.



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id