Bangladesh Perpanjang Durasi Penutupan Perbatasan dengan India

    Willy Haryono - 14 Juni 2021 12:12 WIB
    Bangladesh Perpanjang Durasi Penutupan Perbatasan dengan India
    Warga menunggu kedatangan kapal feri di Munshiganj, Bangladesh pada 9 Mei 2021. (Munir Uz zaman / AFP)



    Dhaka: Pemerintah Bangladesh memperpanjang durasi penutupan perbatasannya dengan India atas dasar pertimbangan situasi pandemi Covid-19 di kedua negara, menurut laporan kantor berita ANI pada Senin, 14 Juni 2021.

    Perpanjangan dilakukan meski jumlah kasus harian di beberapa distrik India dekat perbatasan Bangladesh menurun. Secara nasional, jumlah kasus harian Covid-19 di India dalam 24 jam terakhir juga menurun ke kisaran 70 ribu -- terendah sejak 31 Maret.

     



    Bangladesh memutuskan menutup perbatasannya dengan India pada April lalu. Kebijakan tersebut sudah dua kali diperpanjang, yakni pada 8 Mei dan 29 Mei lalu. Kala itu, perpanjangan dilakukan atas dasar pertimbangan varian baru Covid-19 yang lebih mudah menular ketimbang versi orisinalnya.

    Berbeda dengan India, angka kasus harian dan kematian akibat Covid-19 di Bangladesh relatif meningkat dalam beberapa hari terakhir. Hari Minggu kemarin, Bangladesh mencatat angka kematian harian tertinggi, yakni 47.

    Otoritas kesehatan Bangladesh juga mencatat bahwa varian Covid-19 yang pertama kali terdeteksi di India -- disebut dengan varian Delta -- kini sudah ditemukan di berbagai pelosok negeri.

    Meski perbatasan ditutup, warga Bangladesh yang mempunyai visa valid selama 15 hari atau kurang diperbolehkan pulang ke negara mereka, dengan syarat harus mengikuti karantina wajib selama 14 hari.

    Bulan lalu, Menteri Luar Negeri Bangladesh AK Abdul Momen mengatakan bahwa negaranya tengah dilanda "krisis" Covid-19. Ia pun mendorong kampanye diplomatik dalam mengamankan pasokan vaksin Covid-19 dari Amerika Serikat, Tiongkok, Kanada, Rusia, Inggris, dan juga India.

    Baca:  Bangladesh Setujui Penggunaan Darurat Vaksin Sinovac

    Vaksin Slank untuk Indonesia

    Dalam upaya mendukung vaksinasi di Tanah Air, Media Group bersama Slank menggelorakan kampanye sosial bertajuk "Vaksin untuk Indonesia". Kampanye ini adalah upaya untuk bersama-sama bangkit dari pandemi dan memupuk optimisme menuju normal baru dengan terus menjaga kesehatan fisik dan mental. Vaksin dalam tajuk ini bukan saja berarti "obat" atau "anti-virus", tetapi juga upaya untuk menguatkan kembali mental dan spirit kita di tengah kesulitan akibat pandemi.

    "Slank dan Media Group bikin gerakan yang bertema 'Vaksin untuk Indonesia'. Berharap lewat musik dan dialog, acara ini bisa menyemangati dampak pandemi yang mengenai kehidupan kita, supaya tetap semangat. Kita hibur supaya senang, supaya imun kita naik juga. Mengajak masyarakat untuk jangan takut untuk divaksin. Ini salah satu solusi untuk lepas dari pandemi," terang drummer Slank, Bimo Setiawan Almachzumi alias Bimbim.

    Program "Vaksin untuk Indonesia" tayang di Metro TV setiap hari Jumat, pukul 20:05 WIB. Dalam tayangan ini, Slank bukan saja menyuguhkan musik semata, tetapi juga menampilkan perjalanan ke sejumlah tempat dan berinteraksi dengan masyarakat dari berbagai latar belakang sosial.

     

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id