Amnesty International: Tiongkok Ciptakan Neraka untuk Uighur di Xinjiang

    Marcheilla Ariesta - 11 Juni 2021 18:48 WIB
    Amnesty International: Tiongkok Ciptakan Neraka untuk Uighur di Xinjiang
    Amnesty International laporkan Tiongkok ciptakan neraka untuk Uighur. Foto: AFP.



    Xinjiang: Kelompok aktivis hak asasi manusia, Amnesty International mengatakan, Tiongkok melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan di Xinjiang. Provinsi itu merupakan rumah bagi para minoritas Muslim Uighur dan lainnya.

    Dalam sebuah laporan yang diterbitkan pada Kamis kemarin, Amnesty meminta PBB untuk menyelidikinya. Mereka mengatakan, Tiongkok telah membuat orang Uighur, Kazakh, dan Muslim lainnya ditahan massal, diawasi, dan disiksa.

     



    Sekretaris Jenderal Amnesty International, Agnes Callamard menuding pihak berwenang Tiongkok menciptakan 'pemandangan neraka dystopian dalam skala yang mengejutkan'.

    "Ini sangat mengejutkan hati nurani umat manusia. Sejumlah besar orang telah menjadi sasaran cuci otak, penyiksaan dan perlakuan merendahkan lainnya di kamp-kamp interniran, sementara jutaan lainnya hidup dalam ketakutan di tengah pengawasan yang luas," kata Callamard, dilansir dari BBC, Jumat, 11 Juni 2021.

    Dia juga menuduh Sekretaris Jenderal PBB António Guterres "gagal bertindak sesuai mandatnya".

    Baca juga: Tiongkok Minta PBB Batalkan Telekonferensi Isu Uighur

    "Sekjen PBB belum menangani situasi. Dia tidak menyerukan penyelidikan internasional atas Xinjiang," kata Callamard.

    "Adalah kewajibannya untuk melindungi nilai-nilai yang menjadi dasar pendirian PBB, dan tentu saja tidak tinggal diam di depan kejahatan terhadap kemanusiaan," imbuhnya.

    Dalam laporan setebal 160 halaman berdasarkan wawancara dengan 55 mantan tahanan, Amnesty mengatakan ada bukti bahwa Beijing telah melakukan kejahatan kemanusiaan, seperti pemenjaraan atau perampasan kebebasan fisik berat lainnya yang melanggar aturan dasar hukum internasional; penyiksaan, dan penganiayaan.

    Laporan tersebut mengikuti serangkaian temuan serupa oleh Human Rights Watch, yang mengatakan dalam laporan April lalu. Mereka yakin pemerintah Tiongkok bertanggung jawab atas kejahatan terhadap kemanusiaan.

    Negeri Tirai Bambu telah beberapa kali dituduh negara Barat dan kelompok HAM, melakukan genosida terhadap etnis Uighur di Xinjiang. Namun, secara tegas mereka menyangkal semua tuduhan tersebut.

    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id