Kim Jong-Un Kembali Menghilang, Dicurigai Sakit atau Sembunyi di Bunker

    Fajar Nugraha - 04 Juni 2021 14:00 WIB
    Kim Jong-Un Kembali Menghilang, Dicurigai Sakit atau Sembunyi di Bunker
    Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un dikabarkan menghilang lagi. Foto: KCTV



    Pyongyang: Ketidakhadiran Kim Jong-un selama berminggu-minggu dari pandangan publik tampak sedikit mencurigakan. Tetapi tidak keluar dari karakter pemimpin garis keras Korea Utara (Korut).

    Menurut media pemerintah Korea Utara, Kim Jong-un belum terlihat sejak 6 Mei ketika dia menghadiri sebuah acara untuk keluarga militer,.

     



    "Kelihatannya agak mencurigakan tapi kami telah melihat ini sebelumnya. Ini tidak keluar dari karakter Kim atau diktator lainnya,” ujar Leonid Petrov, dari Australian National University di Canberra, Australia, seperti dikutip Nine, Jumat 4 Juni 2021.

    Dr Petrov mengatakan, Kim pada kesempatan sebelumnya menghilang dari pandangan publik selama berminggu-minggu. Dia juga tidak menonjolkan diri sejak awal pandemi tahun lalu.

    Pada Februari 2020, ia menghilang selama hampir tiga minggu tanpa spekulasi seputar kesehatannya. Pada April 2020, ia menghilang selama 12 hari, memicu spekulasi bahwa ia telah meninggal atau sakit parah setelah operasi jantung yang gagal.

    Dr Petrov mengatakan, berusaha melacak Kim sulit dilakukan mengingat pembatasan perbatasan garis keras Korea Utara.

    Korea Utara adalah negara yang sangat terisolasi saat ini. Sebagian besar negara Eropa telah menutup kedutaan mereka di ibu kota Pyongyang dan bahkan pengunjung dari Rusia dan Tiongkok sedang dikontrol dengan hati-hati.

    "Kim bisa berada di kompleks bunker bawah tanah di Pyongyang, atau di salah satu propertinya di tempat lain di negara ini,” tutur Petrov.

    Lebih lanjut Dr Petrov mengatakan bahwa sepanjang tahun lalu Presiden Rusia Vladimir Putin menjalankan negara dari lokasi rahasia di luar Moskow selama puncak pandemi.

    Spekulasi tentang keberadaan pemimpin Korea Utara muncul setelah laporan bahwa dia menunjuk orang kedua yang baru.

    Menurut kutipan dokumen pemerintah yang dilihat oleh CNN, posisi itu dibuat pada Januari sebagai bagian dari revisi aturan Partai Pekerja Korea (WPK), organ politik komunis yang mengatur negara rahasia.
    Tidak jelas siapa yang mengisinya.

    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id