comscore

Taliban dan AS Bahas Pencairan Dana Afghanistan

Medcom - 30 Juni 2022 12:51 WIB
Taliban dan AS Bahas Pencairan Dana Afghanistan
Menteri Luar Negeri Taliban Amir Khan Muttaqi. Foto: AFP
Doha: Delegasi Taliban tiba di Qatar pada Rabu, 29 Juni 2022 untuk melakukan pertemuan dengan Amerika Serikat (AS). Pertemuan tersebut membahas rencana mencairkan beberapa dana Afghanistan pascagempa bumi yang menyebabkan 1.000 orang tewas.

Gedung Putih mengatakan, mereka berupaya agar dana tersebut nantinya dapat digunakan untuk membantu penduduk. Namun, seorang anggota dewan Bank Sentral Afghanistan menyebut langkah ini akan memakan waktu.
Menteri Luar Negeri Taliban Amir Khan Muttaqi tiba di Doha, didampingi pejabat Kementerian Keuangan dan Bank Sentral  Afghanistan. Mereka akan melakukan pembicaraan dengan utusan AS untuk Afghanistan, Tom West.

Setelah pengambilalihan Taliban pada Agustus 2021, Washington membekukan cadangan sebesar USD7 miliar. Selain itu, komunitas internasional juga memberhentikan miliaran bantuan langsung yang diandalkan oleh Taliban serta 40 juta penduduknya.

Meskipun beberapa bantuan telah dipulihkan, mata uang Afghani runtuh dan menyebabkan Afghanistan jatuh ke dalam krisis ekonomi yang serius.

"Tidak satupun dari pertemuan ini harus dilihat sebagai 'legistimasi' untuk Taliban atau pemerintahannya. Ini hanya refleksi dari kenyataan bahwa kita butuh diskusi untuk memajukan kepentingan AS," ucap Juru Bicara Kementerian Luar Negeri AS yang tidak mengakui kekuasaan Taliban atas Afghanistan, seperti dikutip dari AFP, Kamis 30 Juni 2022.

Membutuhkan dana

Gempa berkekuatan 5,9 skala Richter pekan lalu di Afghanistan Timur menambah urgensi perdebatan mengenai pendanaan.

"Negosiasi sedang berlangsung dan kami harap proposal akhir yang sedang dibahas akan diselesaikan," kata anggota Dewan Tertinggi Bank Sentral Afghanistan Shah Mehrabi.

“Meski begitu, rincian terkait mekanisme untuk mentransfer cadangan ke Bank Sentral masih belum final," ungkap Mehrabi kepada AFP.

"Ini akan memakan waktu yang cukup lama. Hal-hal seperti ini tidak terjadi dalam satu malam,” imbuhnya.

Sekretaris Pers Gedung Putih Karine Jean-Pierre mengatakan, pada akhir pekan ada upaya "untuk memindahkan dana ini" dari cadangan yang dibekukan.

"Kami akan segera bekerja untuk mengatasi pertanyaan rumit tentang penggunaan dana ini dan memastikan agar bermanfaat bagi warga Afghanistan dan bukan Taliban," ungkap Jean-Pierre, saat melakukan perjalanan dengan Presiden Joe Biden.

Biden sebelumnya mengajukan sebuah pelepasan cadangan yang terbatas dan terpantau, sekitar USD150 juta setiap bulan untuk membayar impor.

“Hal itu akan membantu menstabilkan harga dan memenuhi kebutuhan dasar orang Afghanistan agar mereka mampu membeli roti, minyak goreng, gula, dan bahan bakar serta  mengurangi kesengsaraan keluarga yang menghadapi inflasi krisis,” pungkas Biden. (Nurul Hafizhah)

(FJR)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id