Perbatasan Dilanggar Tiongkok, India Kerahkan Jet Tempur

    Arpan Rahman - 14 Mei 2020 13:54 WIB
    Perbatasan Dilanggar Tiongkok, India Kerahkan Jet Tempur
    Jet tempur India dikerahkan jaga perbatasan dengan Tiongkok. Foto: AFP
    New Delhi: Angkatan Udara India mengirim pesawat tempur  ke perbatasan setelah helikopter militer Tiongkok terlihat terbang dekat dengan wilayah udara India pekan lalu.

    Perbatasan yang diperebutkan dikenal sebagai  Garis Kontrol Aktual atau Line of Actual Control (LAC) membentang lebih dari 4.023 km. LAC, yang melalui sejumlah wilayah termasuk Kashmir yang disengketakan, telah menjadi titik konflik antara kedua negara selama beberapa dekade dan memicu perang singkat pada 1962.

    “Helikopter militer Tiongkok terbang sangat dekat dengan Garis Kontrol Aktual. Setelah gerakan mereka terlacak, jet-jet tempur Angkatan Udara India terbang berpatroli di daerah itu," laporan dari ANI, dilansir dari Daily Express, Kamis 14 Mei 2020.

    Bentrok udara militer adalah tanda terakhir dari ketidakpuasan yang tumbuh di antara kedua negara adidaya dunia setelah pertempuran kecil terjadi di wilayah tersebut pada akhir pekan.

    Kerusuhan meletus antara pasukan India dan Tiongkok ketika patroli perbatasan pada Sabtu. Menurut surat kabar India, Hindustan Times, empat tentara India dan tujuh tentara Tiongkok terluka. Diketahui bahwa 150 personel militer terlibat dalam insiden di negara bagian Sikkim di timur laut itu.

    "Perilaku agresif oleh kedua belah pihak mengakibatkan cedera ringan pada pasukan. Kedua belah pihak melepaskan diri setelah dialog dan interaksi di tingkat lokal,” pernyataan Kementerian Pertahanan India.

    Kementerian Luar Negeri Tiongkok menolak untuk mengakui insiden yang dilaporkan dan bersikeras telah menjaga komunikasi yang erat dan koordinasi atas saluran yang ada.

    Juru Bicara Kementerian Zhao Lijian mengatakan,”Pasukan perbatasan Tiongkok secara konsisten menjunjung tinggi perdamaian dan ketenangan di daerah perbatasannya."

    Krisis virus korona saat ini tidak akan banyak membantu meredakan ketegangan antara kedua negara karena Perdana Menteri Narendra Modi tampaknya akan memperpanjang penguncian pada lebih dari 1,3 miliar orang.

    India telah mencatat lebih dari 70.000 kasus dan lebih dari 2.400 kematian akibat virus yang diyakini berasal dari pasar basah di kota Wuhan.

    Perdana Menteri Modi mengatakan, perintah tinggal di rumah yang ketat akan diperpanjang hingga 17 Mei dengan seperangkat aturan baru.




    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id